AYOJAKARTA.COM -- Anak broken home diartikan sebagai anak yang keluarganya berantakan atau kedua orang tuanya bercerai.
Kondisi keluarga tidak utuh tentu membawa dampak, khususnya terhadap psikologis anak.
Bahkan, kasus perceraian orang tua juga bisa menimbulkan trauma pada anak.
Dampak yang dialami dan dirasakan oleh anak-anak broken home akibat perceraian orang tua beragam.
Biasanya mereka akan merasa kehilangan hingga sulit membangun hubungan emosional dengan orang lain.
Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai fakta psikologi tentang orang yang hidup di lingkungan broken home.
Berikut adalah fakta psikologi orang yang broken home yang dikutip dari akun TikTok @hanapxats5a.
1. Merasa kehilangan
Anak-anak yang tumbuh di lingkungan broken home kerap mengalami perasaan kehilangan karena perpisahan orang tua mereka. Mereka mungkin merasa sedih, bingung, dan terluka karena keadaan tersebut.
2. Adanya ketidakpastian
Kehidupan dalam broken home seringkali ditandai oleh ketidakpastian dan kurangnya stabilitas.
Anak-anak yang mungkin merasa tidak aman karena tak memiliki kepastian tentang masa depan dan perubahan yang terjadi di sekitar mereka.
3. Sulit membentuk hubungan
Individu yang tumbuh dalam lingkungan broken home mungkin mengalami kesulitan membentuk hubungan yang sehat di usia dewasa.
Mereka mungkin memiliki kekhawatiran, ketidakpercayaan, atau kesulitan dalam membangun ikatan emosional yang mendalam dengan orang lain.
4. Penurunan harga diri
Anak yang tumbuh di lingkungan broken home mungkin mengalami penurunan harga diri. Mereka merasa tidak diinginkan, bersalah, atau bertanggung jawab atas kegagalan hubungan orang tua mereka.
Baca Juga: Update Pencairan KJP Plus Mei 2024, Diprediksikan Akan Cair pada Tanggal Ini
5. Sulit mengatasi konflik
Orang yang hidup di lingkungan broken home mungkin menghadapi kesulitan dalam mengatasi konflik.
Mereka memiliki pengalaman pertengkaran dan ketegangan di masa kecil mereka yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengelola konflik secara sehat di masa dewasa.
6. Risiko terhadap masalah mental
Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di lingkungan broken home memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesejahteraan mental. Seperti depresi, kecemasan, dan perilaku tidak sehat.
Demikian informasi mengenai fakta psikologi orang yang broken home. Semoga bermanfaat.***