AYOJAKARTA.COM -- Dalam interaksi sosial sehari-hari, istilah Overthinking sering dijadikan kalimat oleh seseorang sebagai bentuk nasihat yang bersifat personal.
Dalam pengertian sederhana Overthinking dapat dimaknai sebagai suatu kecenderungan seseorang dalam memikirkan suatu persoalan secara berulang.
Biasanya, Overthinking selalu melibatkan berbagai pengandaian atas sebuah resolusi dalam pikiran yang sukar dikendalikan.
BagI sebagian kalangan, Overthinking sering dianggap sebagai pencetus timbulnya Efek Domino atau satu peristiwa yang mendatangkan berbagai peristiwa lainnya.
Selain membuat kebuntuan pikiran atau Analisis Paralisis yang disebabkan karena dugaan-dugaan, Overthinking juga menyita banyak energi serta waktu.
Suasana pikiran yang semakin kusut akibat Overthinking bukan saja berpotensi merusak fungsi kerja otak, tetapi juga mempengaruhi kejernihan berpikir.
Di samping semua itu, dampak lain yang ditimbulkan akibat kebiasaan Overthinking adalah mudahnya seseorang mengalami tekanan atau stress.
Baca Juga: Tips Android: 3 Fitur yang Sebaiknya Dimatikan agar HP Tidak Kena Hack, Apa Saja?
Stress merupakan respon alamiah tubuh setiap kali seseorang mengalami sebuah tekanan, ancaman atau perubahan yang dapat membahayakan diri.
Akibatnya, orang yang mengalami tekanan atau stress akan secara otomatis mengalami berbagai reaksi dari mulai terdiam, marah, gugup, sedih atau justru bersemangat.
Karena pikiran yang terus bekerja tanpa henti, Overthinking juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan tidur.
Dampak selanjutnya dari gangguan waktu istirahat akan membuat seseorang mengalami perubahan pada pola makan.
Overthinking bukan saja dapat mengganggu kehidupan individu seseorang, tetapi juga dalam perilaku sosial.
Seseorang dengan kebiasaan Overthinking, akan cenderung mengalami ketidakstabilan secara emosi sehingga menjadi mudah terpicu saat menghadapi situasi tertentu.
Akibat kondisi emosi yang tidak stabil, seseorang yang Overthinking akan cenderung dijauhi oleh lingkaran sosial karena membuat banyak permasalahan.
Tumpukkan permasalahan yang dialami, dalam jangka waktu tertentu juga dapat berakibat hilangnya rasa kebahagiaan.
Baca Juga: 10 Kelemahan Golongan Darah O yang Tak Diketahui Banyak Orang, Apa Saja?
Mengingat dampak buruk yang ditimbulkan dari Overthinking tidaklah main-main, penting bagi setiap individu untuk dapat mengatasinya.
Untuk dapat mencegah hilangnya kebahagiaan hidup karena Overthinking, langkah pertama yang perlu dibiasakan adalah dengan mengendalikan pikiran.
Langkah selanjutnya untuk menghilangkan kebiasaan Overthinking adalah dengan mulai berpikir positif tentang segala hal dalam hidup serta melakukan journaling.
Menghentikan kebiasaan Overthinking yang ketiga adalah dengan rutin melakukan kontemplasi atau introspeksi tanpa menghakimi diri sendiri.
Baca Juga: Ramai Bukti Pencairan Bansos! Benarkah PKH dan BPNT Alokasi Mei-Juni 2024 Sudah Masuk KKS?
Langkah keempat untuk terlepas dari kebiasaan Overthinking adalah dengan mengisi waktu dengan kegiatan yang mendatangkan rasa senang atau bahagia.
Langkah terakhir untuk terlepas dari jeratan Overthinking adalah dengan menghubungi Tenaga Profesional saat mengalami situasi sulit.***