Gaya Hidup

10 Kota di Pulau Jawa dengan Angka Kematian Anak Tertinggi, Situbondo Peringkat 1!

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Senin 06 Mei 2024, 06:31 WIB
Illustrasi. 10 Kota di Pulau Jawa dengan Angka Kematian Anak Tertingg

AYOJAKARTA.COM - Angka kematian anak di Pulau Jawa masih menjadi perhatian serius.

Berdasarkan data Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020), 10 kota di Jawa memiliki angka kematian anak (CMR) di atas rata-rata nasional.

Berikut 10 kota di Pulau Jawa dengan angka kematian anak tertinggi yang terakhir diperbarui 18 Juli 2023

1. Situbondo: 3.62 (artinya dari 1000 anak berusia 1-4 tahun, 3 di antaranya meninggal atau tidak mencapai usia 5 tahun)
2. Bondowoso: 3.54
3. Bangkalan: 3.47
4. Sampang: 3.47
5. Lebak: 3.35
6. Pamekasan: 3.3
7. Sumenep: 3.05
8. Brebes: 3.04
9. Tulungagung: 3.03
10. Pandeglang: 3.02

Baca Juga: Menurut Penelitan, 4 Ciri- ciri Ini Menunjukkan Kepribadian Seseorang yang Tidak Suka Makanan Fast Food!

Rata-rata nasional angka kematian anak adalah 2.98. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak anak di Pulau Jawa yang tidak mencapai usia 5 tahun.

Angka Kematian Anak (AKA/Child Mortality Rate) mengacu pada jumlah kematian anak berusia 1-4 tahun dalam satu tahun tertentu per 1000 anak dengan rentang usia yang sama pada pertengahan tahun itu.

Penting untuk dicatat bahwa AKA tidak termasuk kematian bayi.

Sebagai contoh, jika terdapat 4 kematian anak per 1000 anak berusia 1-4 tahun, ini berarti bahwa dari setiap 1000 anak yang berusia antara 1 sampai 4 tahun, sebanyak 4 anak meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun.

Baca Juga: BLT MRP Tidak Ada di Sistem SIKS-NG? Begini Penjelasannya...

Apa yang menyebabkan tingginya angka kematian anak di Jawa?

Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian anak, seperti:

- Kemiskinan: Keluarga miskin often lack access to basic necessities like food, clean water, and sanitation, which can lead to malnutrition and infection.

- Kurangnya akses ke layanan kesehatan: Banyak anak di daerah pedesaan tidak memiliki akses ke layanan kesehatan yang berkualitas, terutama untuk anak-anak yang mengalami komplikasi saat lahir atau penyakit serius.

- Kurangnya edukasi: Rendahnya tingkat pendidikan orang tua dapat berakibat pada kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi anak.

Baca Juga: 7 Fakta Psikologi Tentang Wanita yang Harus Diketahui Pria, Mulai dari Ingatan yang Tajam Sampai Memiliki Karakter Schadenfreude!

Upaya apa yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian anak di Jawa?

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian anak di Jawa, seperti:

- Memperluas program jaminan kesehatan nasional: Program ini memungkinkan anak-anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas.

- Membangun infrastruktur kesehatan: Pemerintah membangun puskesmas dan rumah sakit di daerah pedesaan untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan.

- Melakukan kampanye edukasi: Pemerintah melakukan kampanye edukasi tentang kesehatan dan gizi anak kepada para orang tua.

Dengan kerjasama dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan angka kematian anak di Jawa dapat terus diturunkan.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky