Gaya Hidup

Waspadai Ciri-ciri Trauma pada Anak, Jangan Dibiarkan Bisa Fatal, Orang Tua Wajib Tahu!

Oleh: Muhammad Imansyah Kamis 02 Mei 2024, 08:20 WIB
Ilustrasi trauma pada anak

AYOJAKARTA.COM - Ketika hal-hal yang mengecewakan terjadi pada seorang anak, orang tua dan gurunya akan berusaha membantunya mengatasi kesusahan atau kesedihannya tersebut.

Sebagian besar akan pulih kembali tanpa mengalami efek jangka panjang.

Namun beberapa anak lebih berisiko mengalami trauma jangka panjang.

Anak-anak ini termasuk mereka yang kehilangan teman dekat dan mereka yang mengetahui suatu peristiwa atau kehilangan dengan cara yang sangat menyedihkan.

Penting untuk mengetahui kapan kamu perlu mencari bantuan profesional saat melihat gejala trauma pada anak.

Baca Juga: 10 Jurusan Teknik dengan Prospek Gaji Fantastis Bagi Lulusannya, Ada yang Tembus Rp100 Juta Per Bulan

Dilansir dari Childmind.org, berikut beberapa tanda jelas bahwa anak mungkin mengalami trauma:

- Mengalami kesedihan 3 sampai 6 bulan setelah peristiwa terjadi

- Menjadi terpesona oleh kematian

- Menjadi terobsesi dengan keselamatan mereka

- Tiba-tiba mengalami masalah dengan tidur, makan, marah atau perhatian

- Dipicu oleh hal-hal seperti ulang tahun seseorang yang meninggal

- Terus menolak bersekolah karena disitulah kejadian mengesalkan itu terjadi

Baca Juga: Tes Penglihatan: Jika Kamu Cerdas dan Teliti, Temukan 3 Perbedaan Pada Foto Nenek yang Sedang Berbahagia Ini Dengan Waktu 15 Detik, Mampukah Kamu?

Dalam kasus yang ekstrem, anak-anak dapat mengalami gangguan stres pasca trauma.

Namun gejala PTSD yang tidak terlalu ekstrem dapat mengganggu kehidupan dan kebahagiaan anak.

Stres dan trauma dapat terlihat berbeda pada anak perempuan dan laki-laki.

Biasanya, anak laki-laki cenderung bereaksi lebih cepat dan lebih jengkel serta marah.

Anak perempuan mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk bereaksi dan memendam perasaannya.***

Baca Juga: Tes Kepribadian: Temukan Gaya Kepemimpinan Kamu Berdasarkan Bunga Kamelia Pilihanmu, Apakah Kamu Visioner atau Demokratis?

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman