Gaya Hidup

11 Fakta Psikologis tentang Mimpi, Ternyata Bisa Dikendalikan Loh!

Oleh: Nuriyah Nofasari Selasa 30 Apr 2024, 10:19 WIB
Illustrasi. 11 Fakta psikologis soal mimpi

AYOJAKARTA.COM - Tahukah kamu bahwa rata-rata, manusia menghabiskan sekitar enam tahun atau lebih kurang selama dua jam setiap malam untuk bermimpi?

Bayangkan, enam tahun dihabiskan untuk merasakan hal yang tak terduga, menakutkan, dan penuh dengan misteri.

Mengapa kita bermimpi? Apa yang sebenarnya terjadi di balik mimpi?

Mimpi adalah petualangan tanpa batas di alam bawah sadar yang melibatkan indra, pikiran, dan perasaan kita saat kita tertidur.

Baca Juga: INFO Beasiswa yang Dibuka pada Bulan Mei hingga Juni 2024, Catat Bagi Kamu yang Ingin Kuliah GRATIS!

Meskipun seringkali penuh dengan kejadian yang tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata, dan sulit untuk dikendalikan kecuali dalam lucid dreaming, dimana kita bisa memanipulasi alam mimpi kita sendiri.

Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Calon Psikolog, pada Selasa, 30 April 2024, berikut 11 fakta psikologis menarik tentang mimpi:

1. Pikiran Lebih Aktif saat Bermimpi

Saat kita tidur, pikiran dan tubuh kita rileks, tapi pikiran justru lebih aktif daripada saat kita bangun.

Mengapa? Ketika terjaga, otak kita terlalu sibuk menyerap informasi dari lingkungan sekitar.

Namun, saat tidur, otak memiliki lebih banyak waktu untuk memproses informasi dengan baik.

2. Mimpi Terjadi di Alam Bawah Sadar

Pikiran sadar kita mungkin sedang beristirahat saat tidur, tapi alam bawah sadar tetap bekerja keras.

Itulah tempat di mana mimpi-mimpi kita tercipta, dipenuhi dengan gambar, metafora, dan simbol-simbol yang sulit dipahami.

Baca Juga: Kisah Mahasiswi UGM Lolos Jalur Langit SNBT, Inilah Doa dan Amalan yang Dikerjakan agar Bisa Tembus UTBK SNBT 2024

3. Wajah di Mimpi Hanya yang Pernah Dikenali

Setiap wajah yang muncul dalam mimpi hanyalah orang-orang yang pernah kita temui atau kenali dalam hidup nyata.

Alam bawah sadar kita menyimpan semua ingatan tentang individu yang kita temui, meskipun tidak kita sadari.

4. Tidak Bisa Membaca dalam Mimpi

Meskipun mimpi bisa penuh dengan aktivitas, kita tidak bisa membaca di dalamnya. Aktivitas membaca membutuhkan kesadaran yang tidak dimiliki oleh pikiran bawah sadar saat kita tidur.

5. Perbedaan Mimpi antara Pria dan Wanita

Studi menunjukkan bahwa pria dan wanita cenderung memimpikan hal yang berbeda.

Misalnya, pria lebih sering bermimpi tentang hal-hal yang melibatkan aktivitas fisik, sementara wanita lebih sering bermimpi tentang emosi dan hubungan interpersonal.

6. 50% Mimpi adalah Mimpi Buruk

Emosi negatif seperti takut dan marah seringkali muncul dalam mimpi kita. Sekitar setengah dari mimpi yang kita alami adalah mimpi buruk.

7. Mimpi Berwarna atau Hitam-Putih

Meskipun kebanyakan orang mengalami mimpi berwarna, ada juga yang hanya mengalami mimpi hitam-putih.

Faktor seperti usia dan eksposur media memainkan peran dalam warna-warna yang muncul dalam mimpi seseorang.

Baca Juga: HORE! Daftar 6 Bansos Ini Dipastikan Cair Serentak di Bulan Mei 2024, BLT Mitigasi Risiko Pangan SAH Disalurkan?

8. Mimpi Meningkatkan Kreativitas

Mimpi tidak hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas. Banyak seniman terkenal mendapatkan inspirasi dari mimpi-mimpi mereka untuk karya-karya mereka.

9. Mimpi Mengubah Sejarah

Beberapa ide revolusioner yang mengubah dunia ternyata berasal dari mimpi. Contohnya adalah penemuan Google oleh Larry Page dan mesin jahit oleh Elias Howe.

10. Kamu Bisa Mengendalikan Mimpi

Beberapa orang mengalami lucid dream, di mana mereka sadar bahwa mereka sedang bermimpi dan dapat mengendalikan isi mimpi mereka.

11. Tidak Selalu Mengingat Mimpi

Meskipun kita selalu bermimpi, kita tidak selalu mengingatnya. Lebih dari setengah orang melupakan sebagian besar detail dari mimpi mereka setelah beberapa menit terbangun.

Jadi, mimpi bukanlah sekadar serangkaian gambar acak yang muncul saat kita tidur. Mereka adalah jendela ke alam bawah sadar kita, penuh dengan pesan-pesan yang mungkin ingin disampaikan kepada kita.

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Jinan Vania Barizky