Gaya Hidup

3 Alasan Kenapa Kamu Harus Berhenti Memendam Emosi, Bisa Mengancam Kesehatan Lho!

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Senin 29 Apr 2024, 17:21 WIB
Ilustrasi emosi

AYOJAKARTA.COM - Hal apa yang pertama kali kamu lakukan saat merasa emosi?

Langsung mengungkapnya atau memilih memendamnya?

Bagi yang memilih memendam emosi, pastian jangan terlalu lama dipendam.

Ungkapkan. Karena dikhawatirkan akan meledak di kemudian hari dan membuat sakit.

Instagram @insightme.id mengungkap alasan seseorang harus berhenti memendam emosi. Ayojakarta.com melansirnya Senin 29 April 2024.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Ingin Uji Daya Fokus? Coba Temukan Seekor Kelinci di Antara Hamster!

1. Efek pada Kesehatan

Memesan emosi secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan mental dan fisik.

Mengabaikan perasaan diri sendiri dapat berdampak pada kepercayaan diri, membuat stress, depresi atau cemas.

Ini juga menyebabkan terjadinya penurunan kondisi tubuh.

Seperti masalah pencernaan, sakit kepala hingga kesulitan mengingat.


2. Menghambat Hubungan Sosial

Terbiasa tidak mengekspresikan diri dapat membuatmu kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain.

Baca Juga: Mulai Besok! Bansos PKH Beras 10 Kg dan BPNT Cair Serentak Bulan Mei 2024, BLT Mitigasi Risiko Pangan Juga Cair?

Membangun hubungan membutuhkan komunikasi yang baik.

Kamu terjadi harus bisa menyampaikan dan mengekspresikan perasaanmu agar tidak timbul perselisihan.

3. Penumpukan Emosi

Berusaha memendam emosi tidak akan membuat emosi tersebut hilang.

Bahkan justru bisa memperparah.

Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Kepribadian Introvert, Apa Saja?

Emosi tersebut aman terus tersimpan dan semakin menumpuk.

Hingga dapat meledak hebat saat sudah tidak bisa menahannya lagi.

Cobalah untuk mengungkapkan apa yang dirasakan

Membiasakan diri untuk tidak memendam emosi mungkin terasa sulit.

Tapi itu hanya diawal saja. Setelah terus dilatih, akan terbiasa dalam memproses dan mengekspresikan perasaan secara perlahan.***

Baca Juga: Lihat Perlakuanmu Saat Pacaran dari Gambar Apa yang Pertama Kali Terlihat

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Imanudin Abdurohman