AYOJAKARTA.COM - Bahasa tubuh memberikan banyak sekali informasi tentang apa yang dipikirkan orang lain.
Dilansir dari Inc., kamu sudah menangkap lebih banyak isyarat bahasa tubuh daripada yang kamu sadari.
Penelitian UCLA menunjukkan bahwa hanya 7 persen komunikasi didasarkan pada kata-kata sebenarnya yang kita ucapkan.
Baca Juga: Ini Dia Tipe Kepribadian Orang yang Lahir Pada Tanggal 5, 14 dan 23, Kamu Termasuk?
Sedangkan sisanya, 38 persen berasal dari nada suara dan 55 persen sisanya berasal dari bahasa tubuh.
Jika suatu saat kamu mau menafsirkan pesan dari bahasa tubuh orang yang bersamamu, perhatikan isyarat berikut:
1. Tangan dan kaki bersilang menandakan penolakan terhadap idemu.
Tangan dan kaki yang disilangkan adalah penghalang fisik yang menunjukkan bahwa orang lain tidak terbuka terhadap apa yang kamu katakan.
Meskipun mereka tersenyum dan terlibat dalam percakapan yang menyenangkan, bahasa tubuh mereka menceritakan kisahnya.
Secara psikologis, menyilangkan kaki atau lengan menandakan bahwa seseorang secara mental, emosional, dan fisik terhalang dari apa yang ada di hadapannya.
Baca Juga: Hari ini, 11.511 KPM di 6 Wilayah Ini Akan Dapat Bansos Minimal Rp825 Ribu
2. Senyuman yang tulus membuat mata berkerut.
Saat tersenyum, mulut bisa berbohong tapi mata tidak bisa.
Senyuman tulus mencapai mata, membuat kulit berkerut hingga menimbulkan kerutan di sekelilingnya.
Orang sering kali tersenyum untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya mereka pikirkan dan rasakan, jadi lain kali kamu ingin tahu apakah senyuman seseorang itu asli, carilah kerutan di sudut matanya.
Jika tidak ada, senyuman itu menyembunyikan sesuatu.
3. Meniru bahasa tubuh adalah hal yang baik.
Pernahkah kamu bertemu seseorang dan memperhatikan bahwa setiap kali kamu menyilangkan atau melepaskan kaki, mereka melakukan hal yang sama?
Atau mungkin mereka mencondongkan kepalanya sama seperti kamu saat kamu berbicara? Itu sebenarnya pertanda baik.
Mencerminkan bahasa tubuh adalah sesuatu yang kita lakukan secara tidak sadar ketika kita merasakan ikatan dengan orang lain.
Itu tandanya percakapan berjalan baik dan pihak lain menerima pesan kamu.
Pengetahuan ini sangat berguna ketika kamu sedang bernegosiasi, karena pengetahuan ini menunjukkan kepada kamu apa yang sebenarnya dipikirkan pihak lain mengenai kesepakatan tersebut.
4. Postur menceritakan kisahnya.
Pernahkah kamu melihat seseorang masuk ke sebuah ruangan dan langsung tahu bahwa dialah yang bertanggung jawab?
Efek tersebut sebagian besar berkaitan dengan bahasa tubuh, dan sering kali mencakup postur tegak, gerakan yang dilakukan dengan telapak tangan menghadap ke bawah, dan gerakan terbuka dan luas secara umum.
Otak dirancang untuk menyamakan kekuatan dengan jumlah ruang yang digunakan seseorang.
Berdiri tegak dengan bahu ke belakang adalah posisi yang kuat; tampaknya memaksimalkan jumlah ruang yang kamu isi.
Sebaliknya, membungkuk adalah akibat dari merosotnya bentuk tubuh kamu; tampaknya memakan lebih sedikit ruang dan memproyeksikan lebih sedikit daya.
Mempertahankan postur tubuh yang baik menuntut rasa hormat dan mendorong keterlibatan, baik kamu seorang pemimpin atau bukan.
5. Mata yang berbohong.
Sebagian besar dari kita mungkin tumbuh dengan mendengar, "Tatap mata saya ketika kamu berbicara dengan saya!"
Orang-orang berasumsi bahwa sulit untuk menahan pandangan seseorang ketika kamu berbohong kepada mereka, dan mereka benar sampai batas tertentu.
Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa orang sering kali dengan sengaja melakukan kontak mata untuk menutupi fakta bahwa mereka berbohong.
Masalahnya adalah kebanyakan dari mereka memberikan kompensasi yang berlebihan dan menahan kontak mata hingga terasa tidak nyaman.
Jika kamu berbicara dengan seseorang yang tatapannya tidak berkedip, ada sesuatu yang terjadi dan dia mungkin berbohong kepada kamu.
6. Alis terangkat menandakan ketidaknyamanan.
Ada tiga emosi utama yang membuat alis kamu terangkat: terkejut, khawatir, dan takut.
Cobalah menaikkan alis ketika kamu sedang melakukan percakapan santai dan santai dengan seorang teman.
Sulit untuk dilakukan, bukan? Jika seseorang yang berbicara dengan kamu mengangkat alisnya dan topiknya bukan topik yang secara logis menimbulkan kejutan, kekhawatiran, atau ketakutan, ada hal lain yang sedang terjadi.
7. Mengangguk secara berlebihan menandakan kecemasan akan persetujuan.
Saat kamu memberi tahu seseorang sesuatu dan dia mengangguk secara berlebihan, ini berarti dia khawatir dengan pendapatmu tentangnya atau kamu meragukan kemampuannya untuk mengikuti instruksi kamu.
8. Rahang yang terkatup menandakan stres.
Rahang yang terkatup rapat, leher yang menegang, atau alis yang berkerut adalah tanda-tanda stres.
Terlepas dari apa yang dikatakan orang tersebut, ini adalah tanda-tanda ketidaknyamanan yang cukup besar.
Percakapan tersebut mungkin menyelidiki sesuatu yang membuat mereka cemas, atau pikiran mereka mungkin berada di tempat lain dan mereka berfokus pada hal yang membuat mereka stres.
Kuncinya adalah memperhatikan ketidaksesuaian antara apa yang dikatakan orang tersebut dan bahasa tubuhnya yang tegang.
***