AYOJAKARTA.COM – Siapa yang tak pernah merasa was-was saat membaca pesan WhatsApp dari seseorang, mencoba menafsirkan apakah isi pesan itu jujur atau hanya tipuan semata?
Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, mengenali ciri-ciri orang yang berbohong melalui pesan WhatsApp bisa menjadi keterampilan berharga.
Oleh sebab itu kami akan membagikan insight menarik tentang bagaimana mengenali kebohongan dengan 7 trik psikologi sederhana melalui perilaku di platform pesan singkat WhatsApp.
Sebagaimana dilansir Ayojakarta.com dari kanal YouTube Coach Wira, berikut ulasan selengkapnya untuk mengenali 7 ciri-ciri orang yang sedang berbohong kepadamu di WhatsApp:
1. Berkelit dari Pertanyaan
Jika seseorang tidak memberikan jawaban langsung terhadap pertanyaanmu, tapi justru melantur dengan informasi tambahan yang tak relevan, itu bisa menjadi tanda adanya kebohongan.
Misalnya, saat kamu bertanya mengapa dia terlambat, tapi jawabannya malah tentang perjalanan belanja dan telepon dari ibu.
2. Lambat dalam Merespons
Perhatikan pola respons seseorang. Jika sebelumnya mereka merespons dengan cepat namun tiba-tiba menjadi lambat, mungkin mereka sedang berpikir keras untuk menyusun alasan atau menyembunyikan kebenaran.
3. Menunda Jawaban
Ketika seseorang secara sengaja menunda balasan meskipun sudah online, bisa jadi mereka sedang berusaha merancang alasan yang lebih baik untuk menyembunyikan kebohongan.
4. Penggunaan Teknik Mengiba
Jika dalam percakapan, lawan bicara terus-menerus berusaha membuatmu merasa kasihan padanya, itu bisa jadi upaya untuk mengalihkan perhatian dari kebohongan yang mereka lakukan.
5. Menyalahkanmu
Orang yang berbohong cenderung mencoba membalikkan situasi agar kamu yang merasa bersalah.
Mereka mencari-cari alasan untuk menyalahkanmu guna melindungi diri dari konsekuensi kebohongan mereka.
6. Menciptakan Kenyamanan Palsu
Seseorang yang berbohong mungkin mencoba menciptakan suasana yang nyaman melalui pesan, meskipun kenyataannya tidak sesuai.
Misalnya, mengklaim sudah dalam perjalanan padahal masih berada di rumah.
7. Mencari Pembenaran
Saat tertangkap basah dalam kebohongan, seseorang mungkin mencari pembenaran dengan mengaitkan nilai-nilai moral, agama, atau kepercayaan untuk menutupi kebohongan mereka.
Mengenali ciri-ciri ini tidak hanya akan membuatmu lebih waspada dalam berinteraksi di platform pesan singkat, tetapi juga membantu kamu menjaga integritas dan kepercayaan dalam hubungan komunikasi digitalmu.
Jadi, saat kamu merasa sesuatu tidak beres dalam percakapan WhatsApp, ingatlah untuk memperhatikan tanda-tanda ini dan bertindak dengan bijak.***