AYOJAKARTA.COM -- Dalam hubungan interpersonal, emosi memiliki peran yang kuat dalam membentuk hubungan.
Namun, ada tiga emosi yang dapat membuat seseorang menjadi rentan terhadap manipulasi dalam hubungan toxic.
Jangan sampai kamu menjadi korban bagi orang yang manipulasi terhadap perasaanmu dalam hubungan.
Baca Juga: Syarat Tinggi Badan di Berbagai Sekolah Kedinasan, Cek di Sini!
Dr. Jimmy Ardian spesialis kedokteran jiwa dari Siloam Hospital Bogor, menjelaskan tentang tiga emosi tersebut.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Jiemi Ardian yang diunggah 17 Desember 2020, berikut tiga emosi atau perasaan yang bakal dimanfaatkan orang yang manipulatif:
1. Rasa takut merupakan emosi yang sering dimanfaatkan dalam hubungan yang toxic.
Ketakutan akan konsekuensi negatif dari pasangan atau ancaman membuat seseorang merasa terjebak dan sulit untuk mengambil keputusan yang sehat.
Baca Juga: Setelah Menerima Putusan MK, Ganjar Pranowo: Inilah Akhir dari Seluruh Proses Pilpres 2024
Ancaman bisa berupa ancaman fisik, emosional, atau bahkan ancaman terhadap diri sendiri jika pasangan meninggalkan hubungan.
Contohnya: Dasar gitu aja gak bisa, gak ada lagi yang mau sama kamu lagi, berani kamu putusin saya akan ambil tindakan dan kata-kata lainnya.
Dengan kata-kata tersebut akan memunculkan rasa takut dalam dirimu dan tanpa kamu sadari hal itu adalah bentuk dari manipulasi hubungan toxic.
Baca Juga: Tes Kepribadian Berdasarkan Warna Favorit Tunjukan Sifat Tersembunyi dalam Diri Kamu
2. Perasaan bersalah adalah emosi yang sering dimanipulasi dalam hubungan toxic.
Pelaku manipulasi cenderung membuat korban merasa bersalah atas segala hal yang terjadi dalam hubungan, terlepas dari siapa yang sebenarnya bertanggung jawab.
Korban sering kali sulit membedakan antara kesalahan yang sebenarnya dan manipulasi dari pasangan.
Perasaan bersalah ini membuat korban merasa terikat secara emosional dan sulit untuk meninggalkan hubungan yang merugikan.
3. Merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan, kesejahteraan, dan emosi pasangan juga dapat membuat seseorang rentan terhadap manipulasi.
Baca Juga: Berdomisili di Luar Jakarta Tapi Masih NIK Warga Jakarta? Ini Syarat Urus Surat Keterangan Pindah
Korban cenderung merasa bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki, bahkan harus dilakukan sekalipun merenggut kebahagiaanmu.
Hal ini membuat korban terjebak dalam siklus mencoba untuk memperbaiki hubungan yang sebenarnya tidak sehat.
Dalam video tersebut, Dr. Jimmy Ardian menegaskan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Baca Juga: Aturan Makeup dan Rambut Peserta Tes UTBK SNBT 2024, Ternyata Tidak Boleh seperti Ini!
Tidak boleh ada yang melemparkan tanggung jawab atas kebahagiaan atau kesejahteraan kepada orang lain.
Penyelesaian masalah dalam hubungan toxic dimulai dengan menyadari manipulasi dan mengambil langkah-langkah untuk keluar dari hubungan tersebut.
Penting bagi seseorang yang merasa terjebak dalam hubungan yang merugikan untuk menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk merasa aman, bahagia, dan dihormati dalam sebuah hubungan.
Baca Juga: 5 PTN Favorit yang Buka Jalur Mandiri Tanpa Tes, Tertarik untuk Mendaftar?
Langkah pertama adalah mengenali emosi yang mungkin dimanipulasi oleh pasangan dan memulai proses untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat.
Dengan memahami tiga emosi yang dapat membuat seseorangtidak mudah dimanipulasi orang lain atau bahkan pasangan.***