AYOJAKARTA.COM - Pernahkah kamu mengalami banyak makan saat sedang ada masalah?
Itu dinamakan makan emosional, sebuah mekanisme penanggulangan yang digunakan beberapa orang untuk mengatasi perasaan yang tidak diinginkan.
Dikutip dari Psych Central, Terkadang makanan bisa menjadi kenyamanan yang membuatmu melewati hari yang berat.
Beberapa orang secara teratur mengandalkan makanan untuk mengatur suasana hati mereka. Bagi mereka, makan secara emosional adalah hal yang otomatis dan menjadi kebiasaan.
Apa itu makan emosional?
Makan emosional adalah dorongan untuk makan sebagai respons terhadap emosi yang tidak menyenangkan.
Makan mungkin tampak seperti cara yang tidak berbahaya untuk mengatasi ketidakbahagiaan atau stres.
Baca Juga: AO PNM dari Tanah Mataram, Tangguh Jadi 'Kartini' Bagi Keluarga
Tapi makan secara emosional dapat menyebabkan kamu makan lebih banyak dari yang kamu butuhkan.
Hal ini juga dapat mendorongmu untuk membuat pilihan makanan yang kurang ideal.
Kamu mungkin merasa terlalu kesal untuk menyiapkan makanan sehat dan memilih makanan yang enak.
Atau kamu mungkin memilih makanan rumahan yang kaya kalori dan sedikit nutrisi hanya karena rasanya.
Penelitian pada tahun 2014 menunjukkan bahwa makan secara emosional juga dapat mengubah jalur penghargaan otak.
Perubahan ini dapat mengurangi kemampuanmu untuk memperhatikan kapan kamu lapar secara fisik, dan kapan Anda sudah kenyang.
Tanda-tanda makan emosional
Tanda-tanda umum makan emosional meliputi:
makan saat kesal
makan cepat
rasa bersalah atau malu karena telah makan
lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji
makan berlebihan
mengidam makanan tertentu
penambahan berat badan yang tidak disengaja
Kalau kamu mendapati dirimu makan secara impulsif saat sedang kesal, kamu tidak sendirian.
Sebuah survei terhadap 5.863 orang dewasa di Amerika menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 5 orang sering atau sangat sering melakukan makan emosional.
***