AYOJAKARTA.COM – Telinga, mungkin adalah bagian tubuh yang paling terabaikan ketika kita berbicara tentang bahasa tubuh.
Namun, siapa sangka, gerakan-gerakan kecil yang melibatkan telinga dapat mengetahui pikiran dan perasaan seseorang.
Beberapa gerakan telinga yang sering diabaikan, dan apa yang sebenarnya mereka ungkapkan.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube THE ARCHETYPE yang diunggah 16 November 2021, berikut 6 arti bahasa tubuh dari gerakan telinga menurut psikologi.
Baca Juga: Prediksi Skor UTBK SNBT 2024 Universitas Sebelas Maret (UNS) Prodi Saintek dan Soshum
1. Menyentuh telinga
Sering kali dianggap sebagai kebiasaan atau gerakan tak sadar, menyentuh, menggosok, atau menggaruk telinga bisa menjadi indikator kegelisahan atau kecemasan seseorang.
Penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung menggaruk belakang telinga saat dalam situasi konflik untuk meredakan ketegangan.
Hal ini juga dapat menandakan bahwa seseorang telah cukup mendengar dan ingin giliran untuk berbicara.
Namun, ada juga gerakan bermain atau mengatur anting-anting, yang bisa terjadi karena kebiasaan atau fidgeting.
Baca Juga: Kepribadian Seseorang Jika Dilihat dari Kesukaan Bagian Ayam, Kamu Suka Makan Sayap atau Paha?
2. Menarik telinga
Menarik telinga, terutama jika seseorang biasanya memiliki anting - anting di sana namun melepaskannya, bisa menjadi tanda kegelisahan atau kecemasan.
Namun, perlu diingat bahwa beberapa pembohong juga mungkin melakukan gerakan ini untuk menyembunyikan kebenaran.
3. Menyelipkan rambut di belakang telinga
Gerakan ini dapat menunjukkan minat atau perhatian seseorang, terutama jika dilakukan oleh seorang wanita.
Hal ini bisa menjadi cara untuk terlihat lebih menarik dan rapi, atau mungkin karena rambutnya mengganggu wajahnya.
4. Miringkan telinga
Miringkan telinga adalah tanda bahwa seseorang sedang mendengarkan dengan tekun atau ingin sesuatu diulang karena sulit bagi mereka untuk mendengarnya. Ini menunjukkan perhatian dan ketelitian.
5. Telinga merah
Telinga merah sering kali menjadi tanda stres atau malu. Reaksi emosional dapat menyebabkan pembuluh darah di telinga melebar, menyebabkan telinga menjadi merah.
Arti dari bahasa tubuh ini sering terjadi pada orang yang gugup saat berbicara di depan umum.
6. Memakai anting-anting dan perhiasan
Tidak hanya sebagai aksesori, memakai anting-anting dan perhiasan artinya ingin menunjukan status sosial, ketersediaan, atau identifikasi kelompok.
Perhiasan yang dipake dapat menunjukan latar belakang, kepribadian, atau status sosial seseorang.
Dengan memahami bahasa tubuh telinga, kita dapat membaca lebih dalam apa yang mungkin tidak diungkapkan oleh kata-kata.
Jadi, mulailah memperhatikan gerakan telinga sendiri dan orang lain di sekitarmu, dan lihat apa yang dapat kamu temukan.