AYOJAKARTA.COM - Tidak sedikit dari kita yang tumbuh dewasa. Tapi masih memiliki kepribadian 'seorang anak' dalam diri sendiri?
Jika tidak mengenali dan 'berdamai' dengannya, dapat berimbas pada hambatan saat tumbuh dewasa.
Seperti pola kebiasaan buruk, sensitifitas yang berlebihan hingga ketidakmampuan keluar dari zona nyaman.
Ada beberapa contoh luka Inner Voice yang dapat menghambat diri dan masa depan nanti.
Ayojakarta.com melansirnya dari Instagram @psikilogid, Minggu 21 April 2024, 3 jenis Inner Voice.
1. Inner Child
Ini adalah suara di dalam diri yang mewakili ingatan atau memori yang dimiliki saat kecil.
Seperti ada rasa penasaran, sikap manja, perasaan takut hingga merasa tidak mampu ataupun ingatan masa lalu lainnya.
Contoh inner child positif :
- Rasa penasaran mencoba hal baru
- Tidak mudah menyerah
- Memiliki energi besar
Baca Juga: Kepribadian Asli Terkuak dari Huruf Pertama Namamu, Ada G, H, I, J, dan K, Kamu Termasuk yang Mana?
- Mudah memaafkan dan berbaikan
Contoh inner child terluka :
- Merasa tidak cukup baik
- Menganggap dunia penuh dengan orang jahat
- Perasaan takut ditinggalkan
- Mengasihi diri sendiri
- Kesepian dan kesendirian
2. Inner Adult
Baca Juga: 6 Aturan Berpakaian Peserta Tes UTBK SNBT, Ternyata Boleh Memakai Celana Jeans
Sisi atau suara rasional yang berkembang sesuai dengan usia yang seharusnya.
Saat dimana harus memperitmbangkan baik buruk ataupun benar salah dalam melakukan sesuatu.
Berusaha sedewasa mungkin dalam menyelesaikan masalah.
3. Inner Parents
Suara dari figur pengasuh atau orangtua yang menggema di dalam diri tanpa sadar mempengaruhi apa yang dilakukan.
Suara ini bisa tetap tinggal bahwa ketika sudah berpisah dengan orangtua.
Bisa bersifat suportif maupun mengkritisi secara berlebihan.
Contoh inner parents positif :
- Coba lagi, pasti bisa
- Nggak apa-apa salah, yang penting bisa belajar
Contoh inner parents kritis :
- Gimana sih, gitu saja gak bisa?
Baca Juga: 6 Aturan Berpakaian Peserta Tes UTBK SNBT, Ternyata Boleh Memakai Celana Jeans
- Kamu tuh nggak kayak kakak kamu, ya!
- Kalau nggak rangking 1, berarti bukan anak papa!
Mengabaikan inner child tidak akan menyelesaikan masalah. Karena 'inner child' adalah bagian dari diri yang tidak akan pernah hilang.
Tetap ada di dalam dan seringkali muncul karena dua trigger utama.
Ada kejadian yang serupa dengan luka atau ketika menjadi orang tua atau memiliki anak.***