Gaya Hidup

Tips Psikologi: Kenali 7 Taktik Manipulasi Agar Kamu Tak Jadi Korban

Oleh: Muhammad Imansyah Sabtu 20 Apr 2024, 15:47 WIB
Ilustrasi tips psikologi

AYOJAKARTA.COM - Di dunia tipu-tipu seperti sekarang, kecenderungan manipulatif bisa muncul dalam hubungan apa pun.

Manipulasi dapat terjadi pada siapa saja dalam semua jenis hubungan, mulai dari teman dan hubungan romantis hingga hubungan orang tua dan keluarga.

Bahkan rekan kerja dan atasan kamu mungkin memiliki kecenderungan manipulatif.

Dilansir dari Psych Central, orang yang manipulatif sering kali menggunakan taktik dan perilaku manipulasi yang umum untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Berikut 7 taktik manipulasi yang umum terjadi di sekitar kita:

Baca Juga: Mau Bantuan Rp4,2 Juta? Ini Caranya Bisa Cair Uang Tunai Plus Tingkatkan Skill, KPM PKH BPNT dan Non DTKS Wajib Tau!

1. Menyandung rasa bersalah (Guilt-tripping)

Rasa bersalah adalah ketika seseorang mencoba membuat kamu merasa bertanggung jawab atau bersalah atas tindakan atau keputusan kamu.

Rasa bersalah sering kali dilakukan seseorang terhadap orang lain sebagai “pengaruh” untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Beberapa contoh rasa bersalah yang mungkin terjadi adalah:

Jika bukan karena saya, kamu tidak akan bisa lulus kuliah. Kamu berhutang padaku.

Akulah yang bekerja sepanjang waktu, sementara kamu menghabiskan waktu bersama teman-teman. Akulah yang pantas mendapatkan semua ini.

Jika kamu tidak bisa datang, sebaiknya aku tidak mengundang orang lain malam itu. Kalau begitu, tidak ada gunanya.

Baca Juga: Psikologi Cinta: 5 Ciri Pasangan Sudah Merasa Bosan dengan Kamu, Wajib Peka!

2. Berbohong (Lying)

Orang dengan kecenderungan manipulatif sering kali berbohong untuk mencoba mengontrol atau memaksa orang lain, serta menghindari kesalahan atau konsekuensi atas tindakannya.

Misalnya, seorang remaja yang dilarang bergaul dengan kelompok tertentu mungkin berbohong tentang keberadaannya.

Atau, mereka mungkin berbohong kepada orang tua lainnya tentang izin mereka untuk pergi keluar bersama teman-temannya.

3. Sanjungan (Flattery)

Sulit membedakan antara pujian dan sanjungan.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Kamu Lihat Akan Membantumu Mengetahui Sifat Tersembunyimu

Pujian diberikan untuk dengan tulus menunjukkan sesuatu yang positif tanpa mengharapkan keuntungan.

Namun sanjungan sering kali digunakan secara tidak jujur sebagai alat untuk mendapatkan pengaruh emosional.

Dalam sanjungan, sering kali ada harapan untuk mendapatkan imbalan.

Misalnya, seseorang yang menginginkan kenaikan gaji atau promosi mungkin sering memuji kekuatan dan pencapaian manajernya.

4. Proyeksi (Projection)

Proyeksi terjadi ketika seseorang menyatakan bahwa emosi yang mereka rasakan sebenarnya dialami oleh orang lain.

Misalnya, seseorang dengan kecenderungan manipulatif mungkin menimbulkan ketegangan dan drama, namun menyalahkan orang lain yang menciptakan energi tersebut.

Baca Juga: Ingin Daftar UM PTKIN di IAIN Bone? Ini 15 Program Studi yang Bisa Kamu Pilih Saat Mendaftar

Proyeksi membantu orang yang memanipulasi untuk menghindari tanggung jawab atas tindakannya dan membantu mereka menghindari perubahan perilaku.

5. Memindahkan tiang gawang (Moving the goalposts)

Terkadang, tidak peduli seberapa sering kamu muncul di hadapan seseorang yang memanipulasi, mereka akan mengubah ekspektasinya di menit-menit terakhir agar kamu terus berlari menuju “tiang gawang” mereka.

Seseorang yang menggerakkan tiang gawang dapat membuat kamu frustrasi dan kelelahan.

Percaya pada diri sendiri, mengenali kebutuhan kamu sendiri, dan melepaskan diri dapat membantu menghindari perasaan demoralisasi.

6. Triangulasi (Triangulation)

Baca Juga: 15 Weton Anak Pembawa Rezeki Bagi Orangtuanya! Menurut Primbon Jawa: Auto Bahagia, Makmur Melimpah Keluarganya

Triangulasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, namun sering kali terjadi ketika orang ketiga diikutsertakan dalam komunikasi kamu.

Misalnya, orang yang manipulatif mungkin melibatkan ibu kamu dalam perselisihan untuk memihak dirinya.

Sekarang, tiba-tiba, kamu berselisih dengan dua orang dan kemungkinannya tidak menguntungkan kamu.

Triangulasi sering kali membuat orang yang manipulatif tidak perlu mengambil tanggung jawab dan mungkin melindungi mereka dari perasaan kalah dalam argumen.

7. Bom cinta (Love bombing)

Bom cinta adalah manipulasi melalui perhatian yang berlebihan, sering kali menghujani kamu dengan hadiah, pujian, kasih sayang, dan waktu yang tidak tepat.

Hal-hal ini mungkin luar biasa, namun bisa membingungkan. Namun, bom cinta adalah saat hal ini terasa memikat, menyita seluruh perhatian kamu, dan berlebihan.

Baca Juga: Keistimewaan Kepribadian Berbeda Dari Bulan Kelahiran April, Mei, Juni, Ternyata Ada Yang Meledak- Ledak, Cek!

Awalnya mungkin terasa menyenangkan, tapi biasanya hal itu membuat kamu terisolasi dan membuat kamu lupa siapa diri kamu.

Saat kamu 'terhanyut', perhatian ini mungkin berhenti, dan akan membuat kamu merasa seperti sedang mencari atau mengejarnya lagi.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman