Gaya Hidup

4 Fakta Psikologi Bongkar Persahabatan Toxic, Ketika Hubungan Erat Menjadi Buruk dan Penuh Intrik, Kenali Ciri-cirinya

Oleh: Sucipto Rabu 17 Apr 2024, 14:10 WIB
Ilustrasi fakta psikologi

AYOJAKARTA.COM – Pada umumnya, setiap orang akan menghindari yang namanya persahabatan toxic. Namun, pada faktanya, setiap orang memiliki sisi psikologi masing-masing.

Tidak semua hubungan diciptakan sama, dan fenomena persahabatan toxic bukanlah isapan jempol.

Alih-alih mengisi hari-hari dengan hal-hal positif, justru sebaliknya, mereka menguras energi dan membuat kita lelah. Inilah yang kita sebut dengan persahabatan toxic.

Memahami hubungan beracun dalam pertemanan sangat penting untuk menjaga kesehatan emosional kita.

Mengenali tanda-tanda persahabatan toxic adalah langkah pertama untuk membebaskan diri kita dari hubungan yang tidak sehat.

Baca Juga: CPNS 2024 Dibuka Mei! Simak 3 Kementerian yang Buka Formasi Besar-besaran untuk Berbagai Jurusan

Nah, berikut ini 4 tanda-tanda kamu terjebak dalam persahabatan toxic:

1. Merasa kelelahan

Ciri-ciri persahabatan toxic adalah ketika kamu merasa lelah setelah menghabiskan waktu bersama orang tersebut.

Hal ini bisa terjadi karena teman tersebut selalu bersikap negatif, selalu ingin bergosip atau menjatuhkan orang lain.

Misalnya, jika setelah setiap interaksi dengan teman kamu, kamu merasa lelah secara emosional, itu indikasi yang jelas bahwa pertemanan tersebut telah menjadi beracun.

2. Manipulasi dan kontrol

Manipulasi dan kontrol adalah tanda-tanda signifikan lainnya dari persahabatan toxic.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Potensi Tersembunyi dalam Diri dari Gambar yang Akhirnya Kamu Lihat, Siapa Dirimu Sesungguhnya?

Apabila teman kamu selalu berusaha mengendalikan apa yang kamu lakukan, ke mana kamu pergi, atau dengan siapa kamu menghabiskan waktu, itu adalah tanda bahaya.

Perilaku semacam ini seringkali berasal dari rasa tidak aman dan keinginan untuk mempertahankan kekuasaan dalam hubungan.

Misalnya adalah teman yang meremehkan hubungan kamu yang lain, atau mencoba mengisolasi kamu dari teman atau keluarga yang lain.

3. Kritik secara terus menerus dan kurangnya dukungan

Persahabatan menjadi toxic ketika ada kritik terus menerus dan kurangnya dukungan.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Punya Visual Menakjubkan? Coba Temukan Huruf A di Antara Kumpulan Angka 4 Ini, Uji Keterampilan Observasimu

Teman seharusnya saling mengangkat satu sama lain, bukan saling menjatuhkan.

Jika teman kamu selalu menjatuhkan kamu, mengkritik pilihanmu, atau mengolok-olok kamu, itu adalah tanda pasti adanya toxisitas.

Misalnya adalah teman yang mengolok-olok pilihan karir kamu atau meremehkan pencapaian kamu.

4. Kurangnya rasa hormat terhadap privasi

Kunci dari setiap hubungan yang sehat adalah menghormati privasi.

Apabila teman kamu tidak memiliki kebiasaan untuk menghormati privasi kamu, seperti datang tanpa diundang atau membagikan informasi pribadi kamu tanpa persetujuanmu, ini merupakan indikator yang pertemanan yang beracun.

Misalnya, jika teman kamu tahu bahwa kamu membutuhkan waktu sendiri, tetapi mereka tetap memaksa untuk bertemu, itu menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap privasi kamu.

Kesimpulannya, sebuah pertemanan menjadi beracun ketika menguras emosi kamu. Melibatkan manipulasi dan kontrol, termasuk kritik terus menerus, dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap privasi kamu.

Baca Juga: INFO Sekdin 2024: Catat Persyaratan Batas Usia dan Kondisi Mata untuk Mendaftar 8 Sekolah Kedinasan, Mana yang Paling Fleksibel?

Penting untuk diingat, bahwa setiap hubungan memiliki pasang surut. Tetapi jika pola-pola beracun ini terus berlanjut, mungkin sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali persahabatan toxic tersebut.***

Reporter Sucipto
Editor Imanudin Abdurohman