AYOJAKARTA.COM - Kamu mungkin sudah sering membaca tagar TGIF (Thank God It’s Friday) dan lawannya IHM (I Hate Mondays).
Kedua tagar ini berhubungan dengan kerja. Di hari Jumat, umumnya kita mengakhiri kerja dalam sepekan, dan di hari Senin kita memulai kerja dalam sepekan.
Bahkan, dilansir dari Forbes, Guinness World Records secara resmi menyatakan hari Senin sebagai hari yang paling dibenci dalam seminggu.
Senin telah lama menjadi hari yang paling dibenci dalam seminggu sampai-sampai “Sunday Scaries” menjadi nyata.
Baca Juga: Ungkap Fakta Seseorang yang Lahir pada Tanggal 15, 16, 19, 20, dan 26, Kamu Salah Satunya?
Beberapa orang menyebutnya “Sunday Sadness” atau “Sunday Blues,” semua itu mengacu pada meningkatnya kecemasan yang dialami banyak pekerja seiring dengan semakin dekatnya hari Senin.
Tentu saja, hari Senin bukanlah masalah sebenarnya, orang-orang yang memulai minggu kerja mereka pada hari Rabu malah mengalami “Sunday Scaries” pada hari Selasa.
Penyebab sebenarnya adalah kurangnya kepuasan dalam pekerjaan seseorang.
Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih 1 Gambar dengan Jujur, Bisa Ketahui Emosi yang Tersimpan dalam Dirimu Saat Ini
Ketika seseorang merasa tidak menemukan makna dalam peran mereka, hari Senin menjadi kambing hitam atas energi negatif yang dibawa ke tempat kerja.
Manusia memang makhluk paradoks. Saat tidak punya pekerjaan, mereka sibuk mencari-cari pekerjaan dan memantau iklan lowongan kerja setiap menit.
Namun, setelah mendapatkan pekerjaan, mereka cenderung menghindar dari pekerjaan tersebut dan membencinya.
Forbes menyarankan kepada setiap pemimpin di tempat kerja untuk menerapkan 4F agar para pegawainya tidak lagi mengalami sindrom Sunday Scaries:
Baca Juga: 5 Daftar Sekolah Kedinasan untuk Siswa Jurusan IPS, Bukan Cuma Anak IPA yang Bisa Masuk
- Freedom (kebebasan)
- Flexibility (fleksibilitas)
- Fun (kegembiraan)
- Fulfillment (kepuasan)
Berbeda dengan hari Senin, hari Jumat disukai karena menandai datangnya “kebebasan” dari tempat kerja. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan:
Bagaimana rasa kebebasan di hari Jumat dapat dialihkan ke hari Senin?
Seberapa besar kebebasan yang dimiliki pekerja Anda dalam pengambilan keputusan?
Apakah mereka memasuki tempat kerja yang dikelola secara mikro dan diberi hukuman mati?
Atau apakah mereka diberi kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri?
Bagaimana rasa kebebasan ini dapat mengurangi stres mereka dan meningkatkan produktivitas?
Bagaimana fleksibilitas yang lebih besar dapat ditambahkan pada hari Senin?
Apakah rekan satu tim akan sangat takut pada hari Senin jika mereka tahu bahwa mereka mempunyai fleksibilitas untuk datang lebih lambat dari biasanya? Atau pergi lebih awal?
Apakah pekerja merasa mereka dipandang sebagai individu yang unik atau sebagai roda penggerak dalam mesin?
Bagaimana kesenangan bisa disuntikkan ke hari Senin sehingga menjadi hari yang menyenangkan?
Bagaimana jika kamu memulai ritual “Kudapan Senin” di mana ruang makan siang menyediakan camilan gratis pada Senin sore?
Bagaimana jika kamu memulai undian pada hari Senin berdasarkan partisipasi dalam inisiatif lain yang sedang berjalan?
Mungkinkah kesenangan menjadi unsur yang hilang untuk membuat tim lebih produktif di hari Senin dan setiap hari?
Baca Juga: Hukum Mengqadha Puasa Ramadhan yang Disatukan dengan Puasa Syawal, Mana Lebih Utama?
Ketika pekerjaan seseorang hanya dipandang sebagai sebuah transaksi, pertukaran waktu dengan uang, maka motivasi pribadinya bisa rendah meskipun uang yang diberikan baik.
Para pekerja saat ini mencari pertukaran yang berbeda, yaitu pekerjaan yang mereka lakukan dapat membayar biaya hidup mereka dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan mereka serta makna bagi dunia.
Dengan mengambil tindakan berdasarkan Kebebasan, Fleksibilitas, Kegembiraan, dan Kepuasan, kamu dapat mengubah hari Senin dari hari yang paling dibenci menjadi hari yang paling dinanti.***
Baca Juga: Hukum Mengqadha Puasa Ramadhan yang Disatukan dengan Puasa Syawal, Mana Lebih Utama?