Gaya Hidup

Suka Menunda-nunda Pekerjaan Tanda Kurang Kasih Sayang, Simak Penjelasan Psikolog Ini

Oleh: Muhammad Imansyah Minggu 14 Apr 2024, 11:49 WIB
Ilustrasi menunda pekerjaan

AYOJAKARTA.COM - Akun TikTok @tedtoks mengunggah satu potongan pendek ceramah Fuschia M. Sirois, seorang profesor psikologi dari Durham University, Inggris.

Ceramah itu tentang sebuah kebiasaan yang mungkin pernah atau sering kamu lakukan: menunda-nunda.

Menurut profesor Sirois, menunda-nunda suatu pekerjaan bukan berarti menghindari suatu tugas, melainkan menghindari emosi negatif yang kita kaitkan dengan suatu tugas.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung melebih-lebihkan betapa buruknya perasaan mereka ketika berada dalam situasi yang menantang.

Baca Juga: Tes Psikologi Bagaimana Kamu Menangani Stres, Tenang Atau Emosional, Pilih Salah Satu dari 3 Pohon Musim Gugur ini

Perkiraan emosi yang salah itu bisa menjadi awal dari penundaan.

Misalnya saat kamu mendapatkan tugas untuk membuat makalah dari salah satu mata kuliah, kamu membayangkan betapa tidak enaknya perasaanmu saat menulis makalah.

Nah, bayanganmu tentang kesulitan itulah yang menjadi pemicu untuk menunda penulisan makalah.

Ketika sampai pada menit-menit terakhir, barulah kamu mengerahkan segenap potensi yang kamu miliki untuk menyelesaikan makalah tersebut.

Baca Juga: Kepribadian Dominan Seseorang Berdasarkan Golongan Darah: Tipe A Konsisten dan Setia Kawan, Kalau B…

Hasilnya sudah bisa ditebak, makalah tidak optimal dan banyak celah yang harus direvisi.

Lantas, bagaimana cara untuk mengatasi masalah penundaan ini?

Menurut profesor Sirois, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bersikap pemaaf dan penuh kasih sayang terhadap pelaku penundaan bisa menjadi solusi yang efektif.

Baca Juga: Kenali Kepribadian Seseorang Melalui Jenis Minuman yang Mereka Sukai Menurut Psikologi, Penyuka Kopi Sosok yang…

Ini bisa dilakukan jika si korban mau menceritakan permasalahannya kepada orang lain yang bisa memberikan motivasi untuk mengalahkan pikirannya.

Dalam kasus ini misalnya atasan, baik dosen atau bos di perusahaan, yang berperan sebagai motivator.

Memaafkan dan mengasihi menanggapi penundaan sebenarnya efektif untuk mengurangi penundaan dan meningkatkan motivasi seseorang untuk meningkatkan diri dan mencapai tujuannya.

Jadi, kalau kamu suka menunda-nunda pekerjaan, itu mungkin tandanya kamu kurang kasih sayang dari atasan kamu.

Kalau kamu berada dalam posisi atasan, salah satu indikator kamu adalah atasan yang kurang pemaaf dan kurang kasih sayang adalah banyaknya bawahanmu yang suka menunda pekerjaannya sampai menit-menit terakhir!.***

Baca Juga: 18 Jurusan Kuliah Sepi Peminat di Universitas Sebelas Maret (UNS) Jalur SNBT, Ada 1 Prodi Baru Tahun 2024

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman