AYOJAKARTA.COM - Ada orang tua yang tidak bisa membedakan antara menyayangi dan memanjakan anak.
Menyayangi artinya mengasihi anak sepenuh hati dan memberikan yang terbaik untuknya meski rasanya tak selalu manis.
Berbeda tipis dengan memanjakan yang berusaha memberikan yang terbaik untuk anak namun rasanya selalu manis dan disukai anak.
Baca Juga: Tes Psikologi: Gambar yang Pertama Kali Kamu Lihat Cerminkan Kepribadianmu yang Tenang atau Lembut
Padahal, tidak semua yang manis itu baik apalagi diberikan secara berlebihan.
Akun TikTok @gracetahir merinci 5 ciri orang dewasa yang dulunya selalu diberikan yang manis-manis atau dimanja oleh orang tuanya.
1. Dia merasa bahwa dia yang paling penting, dia yang harus mendapatkan pelayanan yang paling spesial.
Karena waktu kecil dulu, orang tuanya merasa dia paling spesial, paling penting dari segala hal.
2. Dia tidak pernah mengapresiasi apapun yang dia punya karena waktu masih kecil, apapun yang dia mau, dia minta, pasti diberikan langsung.
3. Dia seorang pecundang karena dari kecil orang tua dia selalu memuji-muji dirinya dengan mengatakan bahwa dirinya adalah yang terbaik.
Jadi ketika dewasa dan dia kalah atau mengalami kegagalan, dia tidak bisa menerima kegagalan itu.
4. Dia tidak mau mengikuti peraturan karena dari kecil dia diperbolehkan untuk melanggar aturan.
5. Dia susah bekerja sama dalam tim karena ketika kecil dia dianggap sebagai seorang bos, pemimpin, sebagai seorang raja atau ratu di keluarganya.
Nah, kalau kamu bertemu dengan orang yang memiliki 5 ciri tersebut, bisa jadi dia dulu selalu dinomorsatukan oleh orang tuanya.
Meski terkesan menyayanginya sewaktu kecil, ternyata memanjakan anak sesungguhnya meracuni pola pikir dan perilakunya atau kepribadiannya ketika dewasa.
***