AYOJAKARTA.COM - Alhamdulillah, Hari Raya Idul Fitri tahun ini bisa kita rayakan bersama tanpa ada perbedaan hari seperti yang sudah diprediksi.
Meski perasaan sedih karena berpisah dengan Ramadhan, ada amalan sunnah yang bisa menambah pahala puasa kita berpuasa sebulan penuh, yakni puasa 6 hari di bulan Syawal.
Dilansir dari web Global Shadaqa, berikut 5 hal yang perlu kamu ketahui tentang puasa 6 hari di bulan Syawal yang menjanjikan pahala yang besar bagi yang mengamalkannya.
1. Puasa 6 hari di bulan Syawal ibarat puasa setahun penuh
Besarnya pahala puasa enam hari di bulan Syawal dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub dalam Shahih Muslim.
Dalam hadits tersebut diterangkan bahwa siapa saja yang berpuasa bulan Ramadhan lalu mengikutinya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka seolah-olah dia telah berpuasa sepanjang tahun.
2. Kapan puasa 6 hari di bulan Syawal dilakukan?
Baca Juga: Puasa Syawal atau Bayar Utang Qadha Puasa Ramadhan Duluan yang Dikerjakan? Ini Penjelasannya
Kamu bisa berpuasa kapan saja di bulan Syawal kecuali pada hari pertama atau di Hari Raya Idul Fitri.
Hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Abu ‘Ubaid dalam Musnad Ahmad bahwa Rasulullah SAW melarang puasa pada dua hari ini, yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Hari Raya Idul Fitri adalah hari berbuka, dan pada hari Idul Adha kamu memakan daging kurbanmu.
3. Apakah puasa 6 hari di bulan Syawal harus dilakukan secara berturut-turut?
Ada beberapa pendapat para ulama terkait hal ini. Menurut pendapat Imam Syafii, berpuasa enam hari berturut-turut lebih baik, dimulai pada hari kedua bulan Syawal.
Pendapat lain termasuk Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa dianjurkan berpuasa enam hari secara berselang-seling, tersebar sepanjang bulan Syawal.
4. Bolehkah menggabung puasa qadha Ramadhan yang terlewat dengan puasa sunnah?
Seorang perempuan diperbolehkan meng-qadha puasa Ramadhan yang terlewat di bulan Syawal agar mendapatkan pahala puasa 6 hari di bulan Syawal.
Namun niatnya haruslah untuk meng-qadha puasa Ramadhan dan bukan untuk berpuasa 6 hari di bulan Syawal.
Menurut ulama Syafi’iyah, siapa yang berpuasa qadha Ramadhan bersamaan dengan enam hari bulan Syawal, maka ia telah menunaikan kewajiban agamanya serta memperoleh pahala puasa 6 hari dari bulan Syawal.
5. Manfaat puasa bagi kesehatan berdasarkan ilmu pengetahuan
Selain pahala besar yang didapat dari puasa 6 hari, puasa juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan.
Membatasi asupan makanan di siang hari dapat membantu mencegah masalah kesehatan, meningkatkan pengelolaan berat badan, dan meregenerasi sel darah yang lebih sehat.
Menurut Ahli Gizi Claire Mahy, puasa memungkinkan usus membersihkan dan memperkuat lapisannya.
Hal ini juga dapat merangsang proses autophagy, yaitu ketika sel membersihkan diri dan menghilangkan partikel yang rusak dan berbahaya.***