Gaya Hidup

Sejarah Tradisi 'Salam Tempel' atau Bagi-bagi Uang THR Saat Lebaran

Oleh: Sahdan Maulana Rabu 10 Apr 2024, 13:17 WIB
Illustrasi. Sejarah uang thr atau salam tempel di hari lebaran

AYOJAKARTA.COM - Di Indonesia ada tradisi unik pada saat lebaran, yakni tradisi "Salam Tempel" atau bagi-bagi uang pada saat lebaran.

Biasanya, tradisi "Salam Tempel" ini dilakukan oleh orang yang lebih tua kepada anak kecil dengan memberi amplop berisi uang.

Namun, bagaima sejarah kemunculan tradisi "Salam Tempel" saat lebaran di Indonesia? Simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: Ssstt! Ini 8 Rahasia Sukses Tiba-Tiba Dapat Skor Nilai UTBK SNBT 2024 700+, Auto Lolos PTN Impian

Dikutip dari YouTube Ari Akbar Channel, tradisi "Salam Tempel" saat lebaran tidak lepas dari budaya Aran dan Tionghoa.

Dalam tradisi Arab, membagi-bagi uang pertama kali dipopulerkan oleh Dinasti Fatimiyah.

Pada saat itu, orang-orang Arab biasanya membagi-bagikan uang, pakaian, dan permen kepada anak-anak pada hari pertama lebaran.

Di Uni Emirat Arab, tradisi bagi-bagi uang lebih dikenal dengan Eidiyah. Namun, dalam periode terakhir kerajaan Ottoman, Eidiyah berubah menjadi pecahan uang kecil.

Uang-uang kecil tersebut biasanya diberikan oleh orang tua kepada anak-anak mereka pada saat lebaran.

Di zaman modern ini, Eidiyah tidak hanya berupa uang saja. Terkadang keluarga di Uni Emirat Arab memberikan Hadiah berupa Smartphone atau Konsol Game.

Baca Juga: Uniknya Umat Islam Inggris Rayakan Idul Fitri 2024, Eid In The Park, Eid in Square, Eid Mela, dan Eid Bazaar, Festival Tradisi Agama Multi Budaya

Kemudian yang menjadi asal-usul adanya tradisi "Salam Tempel" adalah pengaruh dari Tionghoa, yakni tradisi Angpao.

Angpao sendiri dapat diartikan sebagai sebuah amplop kecil berisi uang yang dibagikan oleh pemilik hajat seperti perkawinan dan semacamnya.

Akulturasi dari tradisi yang sama dari dua negara yang berbeda itu masuk ke Indonesia lewat perdagangan dan agama.

Dan sampai saat ini, tradisi "Salam Tempel" saat lebaran hingga kini masih dilakukan oleh sebagian besar keluarga di Indonesia.

Dosen Sosiologi dan Antropologi Universitas Negeri Semarang, Didi Purnomo mengatakan bahwa tradisi "Salam Tempel" memiliki makna tersendiri.

Yang pertama adalah tradisi "Salam Tempel" jangan dijadikan ajang untuk meminta-minta.

Baca Juga: Simak Cara Mengetahui Kepribadian Seseorang Melalui Kebiasaan Mereka Dalam Memakai Jam Tangan, Kebiasaanmu Yang Mana?

Kemudian, tradisi "Salam Tempel" dimaksudkan agar anak-anak belajar bagaimana caranya mengelola atau menabung.

Itu dia sejarah tradisi "Salam Tempel" atau bagi-bagi uang saat lebaran. Apakah kamu masih dapat "Salam Tempel" pada lebaran kali ini?***

Reporter Sahdan Maulana
Editor Jinan Vania Barizky