Gaya Hidup

Mengenal Penyakit Anemia Aplastik yang Diderita Almarhum Babe Cabita

Oleh: Muhammad Imansyah Selasa 09 Apr 2024, 14:05 WIB
Ilustrasi penyakit Anemia Aplastik

AYOJAKARTA.COM - Satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2024, Priya Prayogha Pratama yang dikenal sebagai Babe Cabita menghembuskan napas terakhirnya.

Babe Cabita sempat dirawat di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan karena penyakit autoimun langka anemia aplastik.

Dilansir dari web Mayo Clinic, anemia aplastik adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh berhenti memproduksi cukup sel darah baru.

Kondisi ini membuat penderita merasa lelah dan lebih rentan terhadap infeksi serta pendarahan yang tidak terkontrol.

Baca Juga: 9 Sunnah Hari Raya Idul Fitri Sebelum dan Setelah Sholat Ied

Anemia aplastik dapat berkembang pada usia berapa pun. Penyakit ini bisa menyerang secara tiba-tiba, atau terjadi secara bertahap dan terus memburuk seiring berjalannya waktu.

Perawatan untuk anemia aplastik termasuk obat-obatan, transfusi darah atau transplantasi sel induk, yang juga dikenal sebagai transplantasi sumsum tulang.

Gejala

Menurut web Mayo Clinic, anemia aplastik tidak memiliki gejala khusus. Namun terdapat tanda-tanda umum seperti:

- Kelelahan

- Sesak napas

- Detak jantung cepat atau tidak teratur

- Kulit pucat

Baca Juga: 6 Instansi yang Bisa Dilamar untuk Pelamar CPNS 2024 Lulusan S1 Akuntansi, Ada Tujuanmu?

- Infeksi yang sering atau berkepanjangan

- Memar tanpa sebab tertentu

- Mimisan dan gusi berdarah

- Pendarahan berkepanjangan akibat luka

- Ruam kulit

- Pusing

- Sakit kepala

- Demam

Baca Juga: Orang Yang Lahir di Salah Satu Tanggal Ini Ternyata Diberkati Insting Yang Kuat, Cek Apakah Kamu Termasuk?

Penyebab

Pada tubuh manusia, sel induk di sumsum tulang berfungsi untuk memproduksi sel darah: sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Pada anemia aplastik, sel induk tersebut rusak. Hal ini menyebabkan sumsum tulang menjadi aplastik (kosong) atau hanya mengandung sedikit sekali sel darah.

Penyebab umum anemia aplastik adalah autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel induk di sumsum tulang.

Faktor risiko

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko anemia aplastik antara lain:

- Kemoterapi untuk kanker

- Paparan bahan kimia beracun

- Penggunaan beberapa obat resep – seperti kloramfenikol, yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, dan senyawa emas yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis

- Kelainan autoimun, infeksi serius, dan penyakit darah tertentu

- Kehamilan (jarang terjadi)

Pencegahan

Tidak ada pencegahan untuk sebagian besar kasus anemia aplastik.

Namun, menghindari paparan herbisida, insektisida, pelarut organik, dan bahan kimia beracun lainnya berperan dalam menurunkan risiko anemia aplastik.***

Baca Juga: Berikut Daftar 10 BUMN dengan Gaji Tertinggi dalam Rekrutmen Bersama BUMN 2024, Kalian Daftar yang Mana?

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman