AYOJAKARTA.COM -- Dalam menjalani hubungan asmara, kamu perlu berhati-hati dengan beberapa kebiasaan toxic.
Kebiasaan atau perilaku ini seringkali masih banyak yang melakukannya dalam menjalin hubungan sehingga sudah dianggap sebagai hal yang normal.
Padahal pada kenyataannya hal ini bisa menyakiti pasangan hingga membuat pasangan merasa tidak nyaman dalam hubungan.
Baca Juga: 5 Hal Terbaik yang Dapat Dilakukan Di Malam Lailatul Qadar
Dalam psikologi cinta tidak hanya laki-laki, tapi kebiasaan toxic yang dianggap normal dalam hubungan asmara ini juga bisa dilakukan oleh perempuan.
Mereka yang menganggap kebiasaan toxic ini sebagai hal yang biasa saja, kemungkinan besar mereka adalah orang yang tidak memiliki empati.
Maka dari itu untuk bisa terhindar dari kebiasaan toxic yang dianggap normal dalam hubungan, akmu perlu mengenalnya.
Dikutip dari akun Instagram @lovecoach.id, berikut ini 3 kebiasaan toxic yang dianggap normal dalam hubungan asmara.
Baca Juga: 4 Tanda Orang yang Sedang Menutupi Luka dengan Senyuman, Kuat di Luar tapi Lemah di Dalam
1. Mengungkit kesalahan
Kebiasaan toxic pertama yang sering dilakukan dan dianggap normal dalam sebuah hubungan yaitu sering mengungkit kesalahan pasangan.
Mengungkit kesalahan pasangan ini seringkali dianggap wajar, hal ini karena mereka percaya bahwa dengan mengungkit kesalahan pasangan mereka berhak untuk membalas hal yang sama atau lebih buruk dari itu.
Padahal kebiasaan toxic ini hanya akan membuat hubungan asmara kamu menjadi tidak sehat.
Baca Juga: 3 Website Gratis Kalkulator Kesehatan Mental, Bisa Cek Tingkat Depresi Kamu, Udah Coba?
2. Posesif
Kebiasaan toxic kedua yang sering dilakukan dan dianggap normal dalam sebuah hubungan yaitu bersikap posesif.
Seseorang yang selalu bersikap posesif terhadap pasangannya akan selalu menganggap bahwa hal tersebut sebagai tanda cinta.
Alih-alih takut merasa kehilangan, mereka yang posesif justru akan banyak mengambil kebebasan dari pasangannya.
3. Menormalisasi sexist
Kebiasaan toxic selanjutnya yang dianggap normal dalam sebuah hubungan asmara yaitu dengan menormalisasi sexist.
Sexist ini merupakan prasangka dan diskriminasi yang dilakukan berdasarkan gender seseorang.
Misalnya saja menganggap laki-laki yang tempramen dan perempuan selalu moodyan.
Padahal pada kenyataannya wanita yang sering dicap moody-an dan laki-laki yang dicap temperamen adalah mereka yang belum tahu bagaimana mengendalikan emosinya.
Sehingga hal ini tidak bisa dinormalisasi dan harus segera dihentikan karena bisa merugikan orang lain. Semoga bermanfaat.***