Gaya Hidup

Hubungan Puasa dengan Kesehatan Mental, Apakah Positif atau Negatif?

Oleh: Muhammad Imansyah Sabtu 06 Apr 2024, 08:15 WIB
Ilustrasi puasa

AYOJAKARTA.COM - Menurut penelitian, puasa dapat mempengaruhi mood dan kesehatan mental seseorang.

Namun, penelitian mencapai kesimpulan yang bertentangan mengenai apakah hal itu memperburuk atau memperbaiki gejala depresi.

Dilansir dari web Medical News Today, puasa mengacu pada praktik tidak makan, atau makan sangat sedikit, selama jangka waktu tertentu.

Seseorang mungkin berpuasa karena alasan agama dan budaya atau dengan tujuan mengatur berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga: 7 Tips Mudik Aman Lebaran 2024: Persiapkan Beberapa Hal Ini Agar Mudikmu Terasa Aman dan Menyenangkan!

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan perasaan sedih, sehingga menunjukkan bahwa puasa dapat memperburuk gejala depresi.

Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi gejala depresi. Meskipun demikian, puasa tidak dianjurkan oleh para dokter sebagai terapi depresi.

Apakah puasa bisa memicu depresi?

Baca Juga: Calon Maba Wajib Tahu! Ini 5 Jurusan Sepi Peminat tapi Prospek Karir Cemerlang, Peluang Lolos Besar

Studi tentang hubungan puasa dan depresi menunjukkan hasil yang berbeda-beda.

Sebuah penelitian kecil pada tahun 2018 mengamati perubahan suasana hati yang terjadi setelah puasa 72 jam pada 15 wanita sehat dibandingkan dengan wanita pada usia yang sama yang tidak berpuasa.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang berpuasa mengalami peningkatan kesedihan, kesulitan mengambil keputusan, dan menyalahkan diri sendiri.

Penelitian ini juga menggunakan pemindaian MRI untuk menganalisis bagaimana puasa mempengaruhi otak.

Baca Juga: Catat! Pengaturan Layanan Penyeberangan Kapal Ferry Periode Lebaran 2024, 3 Pelabuhan Ini Dipakai, Mana Saja?

Para peneliti mencatat bahwa ada penurunan aktivitas pada reseptor otak yang kurang aktif pada orang dengan gangguan depresi mayor.

Sebaliknya, tinjauan literatur tahun 2021 menemukan bahwa ada beberapa mekanisme neurobiologis yang terlibat selama puasa yang dapat memperbaiki gejala depresi.

Sebuah studi tahun 2022 yang lebih besar yang berfokus pada orang-orang dengan gangguan depresi mayor juga menyelidiki penggunaan puasa untuk depresi.

Puasa menunjukkan penurunan gejala pada orang yang mengalami depresi sedang hingga berat.

Baca Juga: Catat! Pengaturan Layanan Penyeberangan Kapal Ferry Periode Lebaran 2024, 3 Pelabuhan Ini Dipakai, Mana Saja?

Bagaimana puasa mempengaruhi kesehatan mental

Puasa menyebabkan perubahan pada tubuh, di antaranya dapat mempengaruhi suasana hati dan kesehatan mental.

Sebuah makalah tahun 2022 mencatat bahwa puasa jangka pendek telah dikaitkan dengan peningkatan depresi, kecemasan, mudah tersinggung, dan ketegangan.

Disebutkan pula bahwa beberapa penelitian menemukan adanya peningkatan mood positif setelah berpuasa.

Hasil yang bertentangan ini menunjukkan bahwa efek puasa dapat berbeda-beda pada setiap orang.***

Baca Juga: Penuh Semangat dan Ambisi, Ini 8 Kepribadian Seseorang yang Suka Warna Merah

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman