Gaya Hidup

6 Tanda Kamu Harus Meninggalkan Psikiater Menurut Ahli Kesehatan Mental

Oleh: Admin Kamis 04 Apr 2024, 15:00 WIB
Ilustrasi psikiater

AYOJAKARTA.COM - Seperti halnya jodoh, tidak semua pasien cocok dengan psikiater, dan harus mencari psikiater lain yang klik dengan dirinya.

Dilansir dari web Verywell Mind, ada 6 tanda bahaya alias red flags yang menandakan kamu harus mencari psikiater lain.

Red flag 1: Tidak ada yang berubah

Saat berkonsultasi dengan psikiater, harus ada perubahan terhadap gejala gangguan kesehatan mentalmu.

Jadi, jika kamu masih mengalami gejala tetapi psikiatermu tidak bekerja sama denganmu untuk menemukan obat yang tepat untuk meringankan gejala tersebut, mungkin inilah saatnya untuk mencari psikiater lain.

Baca Juga: Jika DTKS Bersifat Dinamis, Benarkah Akan Berimbas Ke Penerima PIP? Simak Penjelasannya Disini!

Red flag 2: Psikiater berfokus pada hal yang salah

Ada psikiater yang lebih peduli dengan efek obat yang diresepkannya daripada pengaruh obat terhadap gejala gangguan kesehatan mental.

Memang psikiater harus peduli dengan efek samping obat, tapi yang lebih penting adalah apakah gejala gangguan kesehatan mental membaik atau bahkan memburuk.

Red flag 3: Psikiater tidak menanggapi efek samping obat dengan serius

Pengobatan psikiatris mempunyai banyak potensi efek samping, mulai dari efek samping yang ringan hingga yang benar-benar tidak tertahankan.

Kalau kamu mengalami efek samping yang membuatmu tidak nyaman, kamu harus meminta untuk mengganti obat, dan psikiater kamu harus menghormati keputusan tersebut.

Jika tidak, itu adalah tanda bahwa kamu mungkin perlu bekerja sama dengan psikiater lain.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Lubang Kunci atau Orang Kecil? Gambar Pertama Ungkap Karakter Kamu Dalam Menghadapi Masalah

Red flag 4: Kamu hanya bicara tentang pengobatan

Untuk mendapatkan pemahaman penuh tentang kesehatan mentalmu, sesi dengan psikiater tidak boleh hanya berfokus pada pengobatan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan mentalmu, seperti kehidupan sosial, situasi kehidupan, hubungan, keluarga, pekerjaan.

Jika psikiatermu tidak pernah menanyakan apa yang terjadi dalam hidupmu, mereka tidak mungkin mendapatkan gambaran keseluruhan tentang kamu dan gejala yang kamu alami.

Red flag 5: Psikiater memintamu melakukan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman

Ada garis tipis antara pemaksaan dan tindakan tidak etis, namun jika psikiater memberikan saran atau menuntut sesuatu darimu yang dirasa salah, dengarkan perasaan itu.

Baca Juga: Berkah Jelang Lebaran! Bansos BPNT Tahap 3 Cair di 3 Bank Ini, BLT MRP Kapan? Cek Informasi Terbarunya Disini!

Psikiatermu tidak boleh membuat kamu merasa tidak nyaman. Bagaimanapun juga, mereka bekerja untukmu.

Jangan merasa bersalah untuk mencari di tempat lain jika hal seperti ini terjadi pada kamu.

Red flag 6: Psikiater membuatmu merasa buruk tentang diri sendiri

Tidak peduli siapa kamu atau kondisi kesehatan mental apa yang kamu hadapi, psikiater harus memperlakukan kamu dengan hormat.

Tidak ada psikiater yang boleh meremehkanmu, menghinamu, atau membuatmu merasa kurang.

Kamu adalah manusia yang sedang mencari pertolongan, tidak berbeda dengan seseorang yang pergi ke dokter karena penyakit fisiknya, dan kamu harus diperlakukan dengan hormat.***

Baca Juga: Ini Arti Sleep Well dalam Bahasa Gaul yang Viral di TikTok, Jangan Salah Ternyata Begini Cara Jawabnya

Reporter Admin
Editor Imanudin Abdurohman