Gaya Hidup

4 Hal Toxic Keluarga yang Sering Dianggap Normal

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Rabu 03 Apr 2024, 20:57 WIB
Illustrasi Tes Kepribadian

AYOJAKARTA.COM - Hubungan keluarga ternyata tidak selamanya sehat bagi kesehatan mental seseorang.

Terutama keluarga besar. Hubungan sepupu, keponakan, ipar dan yang lain.

Dan sayangnya masih banyak dalam lingkungan kita yang menormalkan perilaku toxic dalam keluarga.

Baca Juga: Tips Outfit Kemeja Koko Untuk Pria Berbadan Gemuk! Cocok Saat Dipakai Lebaran, Auto Kamu Terlihat Kece Loh

Imbasnya, membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang terluka dan merasa tidak berharga.

Instagram @insightme menyebutkan, setidaknya ada empat hal toxic yang sering dianggap normal dalam keluarga. Ayojakarta.com melansirnya Selasa 3 April 2024

1. Harus Selalu Setuju

Keluarga seringkali memaksakan setiap orang untuk selalu berada dalam pendapat dan pemahaman yang sama.

Kalau tidak setuju, akan dianggap tidak sopan. Apalagi jika itu pendapatnya orang yang lebih dituakan.

Bukankah perbedaan pendapat adalah hal yang wajar?

Baca Juga: Tes Psikologi: Ketahui Kepribadianmu dari Bentuk Kaki, Kamu Orang yang Bijaksana atau Cerdas?

2. Tidak Menghargai Privasi

Setiap orang memiliki privasinya masing-masing.

Sayangnya, keluarga kerap menganggap kalau tidak ada privasi di keluarga.

Hasilnya, terjadi pembenaran ketika mau melanggar atau melewati batas orang lain.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2024: Lakukan 4 Tips Aman dan Lancar Ala Kominfo Ini


3. Keluarga Tahu Apa yang Terbaik

Keluarga beranggapan, saran yang diberikan adalah yang terbaik. Dan kita wajib menggunakan saran tersebut.

Kita yang paling mengenal dan paham kebutuhan kita sendiri.

Jadi, tidak masalah jika beberapa masukan dari keluarga tersebut cukup ditampung saja.

Baca Juga: Panduan dan Syarat Pendaftaran UTBK SNBT 2024, Calon Peserta Wajib Tahu!

4. Membiarkan Masalah dalam Keluarga

Keluarga acapkali mengabaikan masalah dan konflik. Tidak ada upaya untuk mencari solusi dan berlalu begitu saja.

Masalah sering dianggap wajar dan seolah baik-baik saja, sehingga membuat hubungan keluarga menjadi tidak nyaman dan aman.

 

***

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Maria Wulan