AYOJAKARTA.COM - Apakah kamu seorang yang berkepribadian ambivert, punya kepribadian introvert tapi juga ekstrovert?
Berdasarkan cara mendapatkan energi psikologis, menurut Carl Gustav Jung kepribadian manusia secara umum dibagi menjadi 2 yaitu introvert dan ekstrovert.
Namun banyak pula orang yang menganggap bahwa dirinya berada di tengah-tengah antara introvert dan ekstrovert.
Orang menyebutnya berkepribadian ambivert. Sebenarnya pengertian ambivert itu sendiri masih perlu didefinisikan dengan baik.
Hal ini dikarenakan ambivert itu apakah berada di tengah-tengah atau hanya sekadar campuran antara introvert atau ekstrovert.
Tapi sebenarnya bagaimana seorang ambivert itu? Untuk memastikan apakah kamu seorang ambivert coba jawab 3 pertanyaan ini.
Pertanyaan 1 : Apakah kamu termasuk orang yang senang bertemu orang lain, tapi terkadang jika terlalu sering capek rasanya?
Pertanyaan 2 : Senang menjadi pusat perhatian, tapi kamu tidak terlalu suka lama-lama?
Pertanyaan 3 : Sering dianggap pendiam, tapi ada juga yang mengatakan kamu cerewet dan bawel orangnya?
Untuk mengetahui bagaimana kepribadian kamu yang sebenarnya, simak penjelasan berikut ini seperti dikutip Ayojakarta.com dari unggahan Instagram @psikologiuntukkamu pada Rabu (3/4/2024).
Pertanyaan 1
Senang bertemu orang lain memang identik dengan kepribadian ekstrovert, tapi bagi introvert bertemu dengan orang lain yang satu frekuensi juga tidak masalah. Tapi jika terlalu sering maka akan merasakan cape karena energinya habis.
Jika jawaban kamu ‘YA’ di pertanyaan ini kamu juga belum tentu seorang ambivert.
Pertanyaan 2
Siapa sih yang tidak suka diperhatikan, pasti suka. Tapi bagi seorang introvert diperhatikan dalam waktu yang lama akan membuat waktu psikologisnya cepat habis.
Berbeda dengan ekstrovert yang ketika diperhatikan justru akan membuatnya semakin bersemangat.
Jika jawaban kamu ‘YA’ di pertanyaan ini maka belum tentu juga kamu seorang ambivert.
Pertanyaan 3
Sering dianggap pendiam maka ciri-ciri seorang introvert, tapi ada yang bilang dia bawel cerewet. Ini cenderung karakteristik introvert jika sudah menemukan teman yang tepat dan satu frekuensi.
Bagi ekstrovert juga tidak selalu identik dengan cerewet dan bawel, seperti senang merespon dan mendengar sesuai situasi dan kondisi pun bisa jadi pilihan yang baik bagi ekstrovert.
Jadi kalau pertanyaan ini jawaban kamu ‘YA’ maka belum tentu juga kamu seorang ambivert.
Lantas mana yang ambivert?
Sejujurnya ambivert ini secara pengertian memang di tengah-tengah antara introvert dan ekstrovert.
Namun seperti kita ketahui bahwa indikator introvert dan ekstrovert ada banyak sekali, bila dihitung menggunakan presentasi akan sulit menemukan 50 persen introvert dan 50 persen ekstrovert.
Biasanya ada kecenderungan untuk lebih condong ke arah introvert atau ke arah ekstrovert meski hanya 1 persen.
Tetapi berbeda jika ambivert diartikan sebagai percampuran antara introvert dan ekstrovert, maka sebagian besar manusia akan mengatakan bahwa mereka seorang ambivert.
Karena biasanya dalam setiap situasi orang akan menyikapi dengan berbeda, seperti ketika bertemu dengan keluarga dan teman dekan tentunya akan berbeda saat bertemu dengan kenalan atau orang baru.
Pada dasarnya seseorang cenderung ekstrovert jika bertemu dengan orang-orang yang membuat nyaman dan sebaliknya akan cenderung introvert jika berada di situasi yang tidak mengenakkan.
Berdasarkan hasil pengamatan, jika kamu merasa ambivert maka bisa saja kamu adalah introvert yang memiliki energi lebih.
Jadi kamu memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan introvert pada umumnya.***