AYOJAKARTA.COM - Teruntuk kamu yang ingin terbebas dari kecemasan berlebih dan hidup dengan lebih baik.
Tahukah kamu? Kamu tidak sendiri.
Karena menurut riset dari WHO di tahun 2019, sekitar 4% populasi di seluruh dunia atau sekitar 310 juta orang mengalami kecemasan berlebih.
Sayangnya sebagian besar dari mereka tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Imbasnya mereka harus hidup dalam kecemasan yang berlebihan.
Lalu apa yang menyebabkan hal ini terjadi?
1. Persepsi mengenai kecemasan yang dianggap hanya ada dipikiran saja dan bukan merupakan gangguan yang nyata.
2. Gangguan kecemasaan sering dikaitkan dengan lemahnya mental seseorang dalam menghadapi masalah hidup.
Padahal sejumlah orang memang lebih rentan terhadap rasa cemas.
3. Sebagian orang merespons mereka dengan gangguan kecemasan sebagai orang yang kurang iman.
Dinilai beribadah, perlu mendekatkan diri dengan Tuhan. Mengabaikan proses terapi atau pengobatan yang seharusnya dijalani dengan serius.
Padahal dalam hidup, semuanya berharap yang terbaik. Tapi kadang ada hal yang terjadi dan itu diluar kendali.
Berbagai perlakukan dari orang lain, bahkan diri sendiri bisa menyebabkan luka psikologis.
Berbeda dengan sakit fisik, luka ini “tidak terasa”. Padahal sangat nyata dirasakan dan mempengaruhi kehidupan.
Instagram @psikologid mengungkapkan, ada lima tanda seseorang masih menyimpan luka masa lalu dan Ayojakarta.com melansirnya Senin 1 April 2024
- Tanda 1: Sulit Bahagia
Kebahagian menjadi hal yang sulit untuk dirasakan. Bahkan ada pemikiran kalau Kita tidak pantas untuk bahagia.
Jika mengalami hal ini, ingat. Kamu bisa memantaskan dirimu sendiri.
Menciptakan kebahagiaan melalui hal sederhana. Termasuk melupakan luka masa lalumu.
- Tanda 2: Mengasihani Diri Sendiri
Menganggap diri adalah "korban" dari perlakukan tidak adil ataupun bentukan dari masa lalu yang buruk.
Hal ini seringkali dijadikan pembenaran untuk tidak berubah dan bergerak ke posisi yang baru.
Ingat saja. Selama kamu hidup, artinya kesempatan untuk berubah itu masih ada.
- Tanda 3: Tanda Sadar Sering Menyakiti Diri Sendiri dan Orang Lain
Terbiasa memendam luka justru akan lebih menyakiti diri dari dalam. Bahkan beberapa luapan emosinya bisa tanoa sengaja muncul di permukaan.
Inilah yang seringkali menjadikan seseorang berperilaku kasar. Berbicara menyinggung atau menghindari orang terdekat.
Baca Juga: Empati, Simpati dan Apati, Pahami Perbedaan Antara Ketiganya
- Tanda 4: Sering Hanyut dalam Kejadian Masa Lalu
Meskipun tidak benar-benar ingin mengingatnya. Tapi rasa sakit karena luka masa lalu bisa membuat seseorang kehilangan moment saat ini.
Hal ini seharusnya bisa disyukuri dan hargai menjadi kehilangan keberadaannya akibat terlalu fokus pada luka masa lalu.
- Tanda 5: Cenderung mengulangi pola kebiasaan buruk yang sama
Berbagai kebiasaan buruk yang dilakukan seringkali merupakan cara untuk menjadi lebih baik.
Termasuk menahan emosi. Mencoba melupakan luka dan mengabaikan hal yang terjadi.
Padahal, cara terbaik untuk menyembuhkan luka adalah dengan merawatnya.***
Baca Juga: Hindari 10 Jebakan Keuangan Ini, Jika Ingin Hidup Damai dan Bahagia