AYOJAKARTACOM - Di seluruh dunia, video gamer menghabiskan miliaran jam per minggu di depan layar mereka.
Beberapa ilmuwan telah meneliti dampak video game. Hasilnya, temukan pengaruhnya terhadap otak dan perilaku!
Dilansir dari MedicalNewsToday, Di Amerika lebih dari 150 juta orang di Amerika Serikat bermain video game secara rutin, atau setidaknya 3 jam per minggu.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Kaus Kaki Pilihanmu Cerminkan Kepribadianmu Loh
Rata-rata gamer Amerika adalah orang dewasa berusia 35 tahun, dengan 72 persen gamer berusia 18 tahun ke atas.
Di Indonesia belum ada penelitian yang menonjol tentang video gamer, namun jumlahnya mungkin tidak jauh dengan yang ada di Amerika.
Video game dengan pemain terbanyak termasuk dalam genre first-person shooter atau action-adventure seperti PUBG, Fire Fire, Mobile Legend, dan yang sejenisnya.
Genre first-person shooter dan aksi sering kali dituduh memicu agresi dan menyebabkan kekerasan serta kecanduan.
Baca Juga: Psikologi Cinta: 5 Tanda Pasangan Bahagia Bersamamu, Rela Menemani di Masa Sulit Jadi Salah Satunya
Walaupun para ilmuwan belum mampu menemukan hubungan sebab akibat antara bermain video game dan tindakan kekerasan di dunia nyata.
Video game dan perubahan otak
Namun, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa video game dapat mempengaruhi otak dan, lebih jauh lagi, menyebabkan perubahan di banyak bagian otak!
Pecandu game mengalami perubahan fungsional dan struktural dalam sistem penghargaan saraf.
Para ilmuwan baru-baru ini mengumpulkan dan merangkum hasil dari 116 penelitian ilmiah untuk mengetahui bagaimana video game dapat mempengaruhi otak dan perilaku kita.
Temuan ulasan mereka dipublikasikan di Frontiers in Human Neuroscience.
Baca Juga: Tes IQ: Temukan 3 Perbedaan Antara 2 Gambar dalam 11 Detik!
Dengan melihat seluruh penelitian hingga saat ini, tim peneliti mengamati apakah ada tren yang muncul sehubungan dengan bagaimana video game berdampak pada struktur dan aktivitas otak.
Sebanyak 22 penelitian yang ditinjau mengeksplorasi perubahan struktural di otak dan 100 penelitian menganalisis perubahan fungsi dan perilaku otak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain video game tidak hanya mengubah kinerja otak kita tetapi juga strukturnya.
Misalnya, penggunaan video game diketahui mempengaruhi perhatian. Studi yang termasuk dalam tinjauan tersebut menunjukkan bahwa pemain video game menunjukkan peningkatan dalam beberapa jenis perhatian, termasuk perhatian berkelanjutan dan perhatian selektif.
Baca Juga: Alhamdulillah! Jelang Lebaran Idul Fitri Bansos PKH Tahap 2 Cair Bertahap, Segera Cek Rekeningmu!
Selain itu, bagian otak yang berperan dalam perhatian lebih efisien pada gamer dibandingkan non-gamer, dan memerlukan lebih sedikit aktivasi untuk tetap fokus pada tugas yang berat.
Bukti juga menunjukkan bahwa bermain video game meningkatkan ukuran dan kompetensi bagian otak yang bertanggung jawab atas keterampilan visuospasial – kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi hubungan visual dan spasial antar objek.
Pada gamer jangka panjang dan individu yang secara sukarela mengikuti rencana pelatihan video game, hipokampus kanan membesar.
Para peneliti telah menemukan bahwa video game dapat membuat ketagihan – sebuah fenomena yang dikenal sebagai “Internet Gaming Disorder.”
Baca Juga: Tes IQ: Temukan 3 Perbedaan Antara 2 Gambar dalam 11 Detik!
Waduh, dampak bermain video game secara intensif ternyata tidak main-main ya? Mulai sekarang kurangi yuk intensitas bermain video game dan mulailah mencari aktivitas fisik dan sosial di lingkungan kita.
***