Gaya Hidup

Tes Kepribadian: 15 Ciri Orang-orang Yang Berpura-pura Baik, Jangan Tertipu Mungkin Ada di Sekitar Kamu Lho!

Oleh: Ahmad Nuryaman Kamis 28 Mar 2024, 11:05 WIB
Illustrasi Orang Yang Berpura-pura Baik

AYOJAKARTA.COM - Berbuat baik adalah ajaran agama yang harus dimiliki setiap manusia.

Namun kerap kali kebaikan digunakan untuk menutupi tujuan buruk yang diniatkan seseorang.

Maka untuk mengidentifikasi orang baik sungguhan, 15 ciri orang-orang yang berpura-baik ini bisa kamu jadikan sebagai tes kepribadian untuk mengetahui hal itu.

Baca Juga: Loker Social Media Marketing Specialist dari ClearDesk, Bisa Kerja dari Rumah

1. Kebaikan Yang Terlalu Terlihat

Orang yang berpura-pura baik seringkali menunjukkan kebaikan mereka secara berlebihan untuk mendapatkan perhatian atau pengakuan.

2. Motivasi Tersembunyi

Orang yang berpura-pura baik biasanya memiliki motivasi tersembunyi di balik tindakan mereka, seperti mendapatkan manfaat pribadi atau dukungan dari orang lain.

Baca Juga: Mulai Disalurkan Hari Ini kepada KPM, 5 Jenis Bantuan Sosial yang SP2D-nya Sudah Terbit

3. Sikap Berlebihan

Orang yang berpura-pura baik cenderung menunjukkan sikap berlebihan dalam mendukung atau membantu, yang lebih berorientasi pada pujian dan pengakuan daripada niat baik sejati.

4. Perhatian Yang Terfokus Pada Diri Sendiri

Orang yang berpura-pura baik seringkali memiliki perhatian yang sangat terfokus pada diri sendiri dan kurang memperhatikan kebutuhan atau perasaan orang lain.

Baca Juga: Maba Wajib Tahu! Kenali 3 Jenis Sekolah Kedinasan Lengkap dengan Contohnya

5. Perubahan Sikap Tiba-Tiba

Orang yang berpura-pura baik mungkin menunjukkan perubahan sikap yang tiba-tiba, menjadi kurang peduli atau egois ketika tidak ada sorotan atau perhatian.

6. Keterlibatan Selektif

Orang yang berpura-pura baik cenderung terlibat secara selektif, menunjukkan kebaikan hanya kepada orang-orang tertentu atau dalam situasi tertentu.

7. Tidak Konsisten Dalam Bertindakan

Orang yang berpura-pura baik seringkali menunjukkan tindakan yang tidak konsisten, melakukan kebaikan pada satu waktu dan menjadi tidak peduli atau berlaku tidak etis pada waktu lain.

Baca Juga: Karakter Anime Berdasarkan Tes Kepribadian MBTI, Kamu yang Mana?

8. Dominasi Dalam Percakapan

Orang yang berpura-pura baik cenderung mendominasi percakapan dengan membicarakan diri mereka sendiri untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

9. Bahasa Tubuh Yang Tidak Nyaman

Orang yang berpura-pura baik dapat dilihat dari bahasa tubuh seperti tatapannya atau senyuman yang dibuat-buat alias tidak tulus.

Jika kamu merasa kontak mata dengannya tidak nyaman, maka itu bisa menjadi tanda-tanda ketidak tulusan seseorang.

Baca Juga: Tes Kepribadian Game: Gamer Seperti Apa Kamu? Ketahui Sifat Kepribadian Gamermu di Sini!

10. Tidak Mendengarkanmu

Mereka mungkin mengajukan pertanyaan.

Tetapi tidak benar-benar mendengarkan responsmu, menunjukkan ketidak-tulusan.

11. Membicarakan Kemalangan Orang Lain

Mereka sering membicarakan malapetaka yang menimpa orang lain, namun sebenarnya tidak merasa kasihan.

12. Sering Berbohong dan Melebih-lebihkan

Mereka sering menceritakan hal yang sama dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Tes Ketajaman Mata: Hanya Orang Dengan Penglihatan Tajam Yang Bisa Menemukan Apel Palsu Pada Gambar Ini Dalam Waktu 11 Detik! Apa Kamu Salah Satunya?

13. Mencela Ketika Kamu Berbicara

Selalu memotong pembicaraan bahkan mencelanya, hal itu menandakan ketidak minatan nya dengan apa yang kamu bicarakan.

14. Meremehkanmu

Mereka sering mengubah percakapan agar fokus pada diri mereka sendiri, meremehkanmu dalam prosesnya.

15. Hanya Menghormati Orang yang Kuat

Mereka cenderung hanya menghormati orang yang memiliki kekuatan lebih besar darinya.

Baca Juga: Kuak Tipe Kepribadianmu lewat Kebiasaan di Rumahmu yang Menyebalkan

Bukan hanya itu mereka juga menghormati orang yang menguntungkan baginya.

Demikianlah beberapa ciri-ciri orang yang berpura-pura baik untuk menutupi niat buruknya yang mungkin orang-orang tersebut ada di sekitarmu..

Perlu diingat ciri-ciri tersebut belum tentu pasti sebab masih banyak faktor lainnya yang dapat mengidentifikasi hal tersebut, semoga bermanfaat.

***

Reporter Ahmad Nuryaman
Editor Maria Wulan