Gaya Hidup

Tips Psikologi: Good Girl Syndrome, Menjadi Perempuan Baik Tak Selamanya Baik, Kenapa?

Oleh: Muhammad Imansyah Rabu 20 Mar 2024, 20:33 WIB
Ilustrasi Goog Girl Syndrome

AYOJAKARTA.COM - Hampir di semua budaya, anak laki-laki diajarkan tak boleh menangis, dan anak perempuan tak boleh kasar.

Sepintas, ajaran tersebut baik. Namun, di balik sesuatu yang terlihat baik ternyata tak selamanya baik.

Dilansir dari web healthshots.com, sejak kecil anak perempuan kerap dididik untuk bersikap manis, lembut, dan tidak boleh melawan.

Baca Juga: Update Maret-April 2024! Bansos PKH Tahap 2 Segera Cair Ke Rekening Penerima Manfaat Secepatnya

Akibatnya, banyak perempuan, baik kecil, remaja, maupun dewasa dan tua, tidak memiliki kemampuan untuk melepaskan emosinya.

Mereka cenderung memendam emosi yang sekiranya dapat membuat orang lain menilai diri mereka sebagai perempuan yang tidak baik.

Akibatnya emosi-emosi negatif yang tertimbun sejak lama ini akan mengganggu kesehatan mental mereka.

Inilah yang disebut good girl syndrome. Sindrom yang memaksa perempuan tetap menjadi baik meskipun keadaan sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga: Tips Psikologi: Kita Boleh Saja Stres, Tapi Harus Resiliensi, Apa Itu?

Menjadi perempuan baik tentu saja hal yang baik. Akan tetapi jika ini dilakukan dengan terpaksa dan mengorban perasaan dirinya, maka itu sama sekali tidak baik.

Good girls syndrome ini mirip dengan people pleaser, sama-sama rela mengorban diri mereka untuk menyenangkan orang lain.

Berikut adalah ciri-ciri good girl syndrome:

Tidak bisa atau sulit mengatakan tidak

Baca Juga: Menyala Abangku, PNM Gelar Program CICI ROSA untuk Nasabah

Ini adalah gejala yang paling sering dialami oleh penderita good girl syndrome: tidak bisa mengatakan tidak.

Bahkan ketika mendapat ajakan dari orang untuk melakukan sesuatu yang bisa jadi tidak dia sukai atau bertentangan dengan nilai-nilai yang dia yakini.

Takut menyakiti perasaan orang lain

Penderita good girl syndrome selalu mengutamakan perasaan orang lain meski harus mengorbankan perasaannya sendiri.

Baca Juga: Ungkap Sifat Seseorang Lewat Genre Musik Kesukaannya, Kira-Kira Penyuka Musik Rock Sifatnya Seperti Apa?

Dia memilih lebih baik menyakiti dirinya sendiri daripada orang lain merasa tersakiti oleh perbuatannya.

Perfeksionis

Tampil sempurnah adalah hal yang baik, tapi sebagai manusia biasa kita tidak mungkin bisa sempurna di semua hal.

Ada kalanya kita harus menerima ketidaksempurnaan diri kita, dan tidak memaksakan diri untuk sempurna jika itu harus mengorbankan perasaan kita.

Merasa dituntut untuk selalu berprestasi

Baca Juga: Bagaimana Jam Tangan Bisa Merefleksikan Kepribadian dan Seleramu? Begini Penjelasannya

Seorang penderita good girl syndrome merasa lingkungannya, orang-orang terdekatnya menuntut dirinya untuk berprestasi.

Setiap komentar orang lain yang tertuju pada dirinya, dia anggap sebagai kritikan agar dirinya bisa tampil lebih baik dan berprestasi.

Nah, apakah ada gejala-gejala tersebut pada dirimu, girls? Jika ada, coba ingat-ingat lagi, apakah di masa kecilmu dulu kamu didoktrin untuk menjadi gadis yang manis?

Baca Juga: KUNCI SUKSES: 6 Kalimat yang Pantang Diucapkan Oleh Orang yang Memiliki Masa Depan Kaya, Apa Saja?

Jika kamu merasa seperti dituntut menjadi perempuan yang ‘baik’ di mata orang lain, dan itu membebani mental kamu, ada baiknya kamu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental profesional ya, girls?.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman