AYOKJAKARTA.COM - Setiap kita pasti punya masalah. Tidak jarang pula masalah tersebut membuat kita stres.
Hal ini diakui oleh psikolog Ferdian Permana dalam akun TikTok @katapsikologi.
Kata Ferdian, setiap orang boleh stres, tapi harus punya resiliensi atau kemembalan.
Yang dimaksud dengan kemembalan adalah saat kita stres, kita bisa kembali lagi normal dalam waktu yang cepat.
Ketika stres datang, kita boleh merasa takut, merasa ada di bawah, merasa tidak bisa berbuat apa-apa.
Tapi kita tidak boleh berlarut-larut terbawa perasaan-perasaan negatif tersebut. Kita harus memiliki resiliensi agar dapat dengan segera kembali normal.
Untuk mendapatkan kemampuan resiliensi itu, kita harus berlatih, kata Ferdian.
Cara melatih resiliensi sama dengan cara melatih kekuatan mental kita.
Ketika stres datang, orak kita selalu menyuruh kita menghindari rasa sakit, rasa tidak enak, atau tidak nyaman.
Otak kita menawarkan tiga jenis respons, yakni fight (melawan), flight (lari), atau freeze (diam saja).
Kalau kita terbiasa flight atau lari dari masalah, maka kita tidak mengembangkan resiliensi atau kekuatan mental.
Beda halnya kalau kita membiasakan diri fight (melawan) masalah yang kita hadapi, melakukan hal-hal yang sulit, maka mental kita akan menjadi kuat.
Baca Juga: Bagaimana Jam Tangan Bisa Merefleksikan Kepribadian dan Seleramu? Begini Penjelasannya
Mental yang kuat, menurut Ferdian, bukanlah mental yang kebal, melainkan mental yang membuat kita lebih mudah kembali ke normal setelah diterpa masalah.
Ferdian mencontohkan hal yang sulit yang berat untuk dilakukan oleh sebagian orang, misalnya, bangun pagi, rutin berolahraga, tidak menunda-nunda pekerjaan, dan sebagainya.
Dengan melakukan hal-hal sulit ini, maka mental kita akan menjadi kuat, menjadi membal, dan dapat dengan cepat kembali normal setelah dihujani masalah yang bertubi-tubi.
Kalau gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi. Hal inilah yang akan menguatkan resiliensi kita, pungkas Ferdian.***
Baca Juga: KUNCI SUKSES: 6 Kalimat yang Pantang Diucapkan Oleh Orang yang Memiliki Masa Depan Kaya, Apa Saja?