Gaya Hidup

Hanya Ada Jenis 3 Ketakutan yang Dialami Manusia, Psikiater Jelaskan Cara Menghadapinya

Oleh: Sucipto Senin 18 Mar 2024, 14:39 WIB
Ilustrasi rasa takut

AYOJAKARTA.COM – Ketakutan adalah gejala wajar yang dihadapi oleh semua manusia.

Setiap orang pasti memiliki rasa takut dan terkadang membuatnya merasa cemas yang berlebihan.

Namun, setiap masalah mental atau kejiwaan selalu ada cara menghadapinya.

Berikut 3 jenis ketakutan dan bagaimana psikiater menjelaskan cara menghadapinya.

1. Ketakutan yang terjadi saat ini

Jenis ketakutan yang pertama adalah ketakutan akan masa kini. Ketika kamu mulai mengenali rasa takut, amigdala akan memberitahu sistem saraf kamu, yang membuat respon ketakutan tubuh kamu bergerak.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Kamu Lihat Jalan Setapak atau Belakang Kepala Pria? Jawabanmu Menguak Kamu Beruntung atau Berada dalam Masa Sulit

Amigdala, secara sederhana, dipahami sebagai bagian otak yang berfungsi untuk mengatur respon emosional, seperti perasaan bahagia, takut, marah, dan cemas.

Kemudian, area tertentu dalam otak manusia akan mati. Pada saat inilah, manusia akan membuat keputusan naluriah untuk berteriak, lari, atau mempertahankan diri.

Reaksi yang tampaknya tidak rasional ini dilakukan untuk melindungi tubuh manusia. Hal ini berguna untuk menghindar dari bahaya, semisal ular atau singa.

Itulah kenapa, tidak perlu membuang-buang energi untuk mengendalikan rasa takut.

Sebaliknya, biarkan saja tubuh mengusir rasa takut itu agar kita tetap aman.

2. Kecemasan

Baca Juga: INFO LOKER! Bank BTN Buka Posisi General Banking Staff Untuk Lulusan S1, Segera Apply di Sini!

American Psychiatric Association, kecemasan mengacu pada antisipasi kekhawatiran di masa depan dan lebih terkait dengan ketegangan ketegangan otot dan perilaku menghindar.

Bentuk rasa ini sangat rumit, karena dapat menguntungkan dan merugikan.

Menurut Mental Health Foundation, kecemasan membantu memotivasi manusia untuk memecahkan masalah atau tetap waspada.

Namun, kecemasan juga menyebabkan manusia terlalu banyak berpikir dan terpaku pada masalah.

Baca Juga: Bentuk Kuku Jari Dapat Mengungkap Kepribadian Asli yang Kamu Miliki Lho, Simak Ulasannya Berikut!

Meskipun kecemasan adalah hal yang normal, namun jika berlebihan bisa menjadi hal yang buruk.

Hal ini dapat menyebabkan manusia menghindari situasi yang tidak nyaman atau menarik diri dari orang yang dicintai.

Oleh karena itu, perlu bertanya kepada diri sendiri untuk membantu mengelola kecemasan.

Tanyakan pada diri sendiri, “ Apa yang bisa aku lakukan untuk bersiap-siap agar aku bisa melepaskan rasa takut?”

Baca Juga: Update CPNS dan PPPK 2024 Terbaru! Informasi Penting Bagi Tenaga Honorer, Wajib Penuhi Syarat Ini Agar Lolos Pengangkatan

Setelah membuat rencana, maka inilah saatnya untuk melepaskannya.

Kamu telah melakukan semua yang kamu bisa untuk mempersiapkan diri.

Hal terbaik yang bisa kamu lakukan sekarang adalah menarik nafas dalam-dalam dan menunggunya.

3. PTSD (Posttraumatic stress disorder)

Baca Juga: Tes Penglihatan: Jika Kamu Teliti dan Fokus, Coba Temukan 3 Perbedaan Gambar Pasangan Kakek Nenek Dalam 30 Detik, Yuk Bermain!

PTSD atau gangguan stres pasca trauma adalah suatu kondisi yang memicu perasaan takut bahkan setelah bahaya berlalu.

Berlawanan dengan kepercayaan umum, PTSD tidak selalu muncul dengan segera.

Butuh waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun agar gejalanya terlihat jelas.

Tanda-tanda dari PTSD ini meliputi:

- Tidak bisa melupakan peristiwa traumatis

- Mimpi buruk yang terus-menerus

Baca Juga: Tes Penglihatan: Jika Kamu Teliti dan Fokus, Coba Temukan 3 Perbedaan Gambar Pasangan Kakek Nenek Dalam 30 Detik, Yuk Bermain!

- Ledakan kemarahan

- Masalah dalam mengingat

- Menghindari ingatan tentang peristiwa traumatis

PTSD ini bisa terjadi karena beberapa sebab, seperti bencana alam, kecelakaan parah, perang, dan mendapatkan serangan kriminal.***

Reporter Sucipto
Editor Imanudin Abdurohman