AYOJAKARTA.COM - Dalam psikologi, peran masa kecil sering kali menjadi faktor kunci cara individu untuk mengekspresikan cinta.
Masa kecil atau childhood merupakan tahap dalam perkembangan seseorang dalam membentuk kepribadian.
Pengalaman masa kecil, memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan emosional, sosial, dan psikologis seseorang.
Interaksi dengan orang tua, keluarga, teman sebaya, dan lingkungan menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang.
Baca Juga: 12 Ciri Psikologi Kepribadian Orang Pendiam yang Jarang Terungkap
Selain itu, masa kecil mempengaruhi cara seseorang membina hubungan interpersonal di masa dewasa.
Sehingga, Masa kecil atau childhood akan mempengaruhi hubungan seseorang dalam menjalin cinta ketika dewasa.
Setiap orang mempunyai keunikan dan gaya mengungkapkan cinta yang berbeda – beda.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Psych2Go pada Senin (18/3/2024) tentang bagaimana masa kecil mempengaruhi ungkapan cinta (love style).
Ada lima gaya ungkapan cinta yang berakar dari pengalaman masa kecil, apakah ada salah satu dalam dirimu?
Baca Juga: Bentuk Telinga Ternyata Ungkap Psikologi Seseorang, Coba Cek Kepribadian Tersembunyi Kamu!
Berikut lima gaya cinta seseorang berdasarkan psikologi masa kecil atau childhood:
1. Penghindar
Orang dengan gaya cinta penghindar cenderung menjauh dan tidak terlibat emosional.
Hal ini mungkin disebabkan oleh pengalaman kurangnya kasih sayang dan fokus pada kemandirian saat masa kecil.
Mereka mungkin tidak nyaman dengan ekspresi emosi dan menghargai ruang pribadi.
2. Sang Bimbang
Individu dengan gaya cinta ini cenderung berganti-ganti antara idealisasi dan keraguan dalam hubungan.
Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh ketidakstabilan orang tua atau kurangnya perhatian yang konsisten saat masa kecil.
Baca Juga: 11 Fakta Psikologi Orang yang Pendiam, Salah Satunya hanya Punya Sedikit Teman
3. Pengontrol
Mereka yang memiliki gaya cinta ini merasa perlu mengendalikan hubungan untuk menghindari perasaan rentan yang mereka alami di masa kecil.
Mereka mungkin menggunakan kemarahan sebagai cara untuk mengendalikan situasi dan mungkin dibesarkan dalam lingkungan yang kurang aman.
4. Menjadi Menyenangkan
Orang dengan gaya cinta ini cenderung fokus pada kebahagiaan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan keinginan dan kebutuhan mereka sendiri.
Hal tersebut mungkin bisa dipengaruhi oleh orang tua yang terlalu protektif atau kritis saat masa kecil.
Baca Juga: Ingin Tampil Lebih Percaya Diri? Ucapkan 10 Kalimat Ini, Wibawamu Bisa Meningkat Menurut Psikologi
5. Korban
Individu dengan gaya cinta ini mungkin merasa rendah diri dan cenderung menjadi pasif dalam hubungan.
Mereka mungkin telah dibesarkan dalam lingkungan yang kacau dan memiliki orang tua yang kasar atau agresif.
Gaya cinta ini membantu kita memahami bagaimana pengalaman masa kecil dapat mempengaruhi perilaku dan respons dalam hubungan dewasa.***