Gaya Hidup

Tes Psikologi: Mana yang Menurutmu Bukan Keluarga Sejati? Cek Penjelasannya untuk Mengetahui Kepribadianmu

Oleh: Sinta Widia Lestari
Illustrasi Tes Kepribadian

AYOJAKARTA.COM -  Tes psikologi ini mengajak Anda untuk melihat gambar keluarga dan menebak mana yang mungkin bukan keluarga sejati. 

Ini bukan sekadar latihan visual, tes psikologi ini mencoba menggali bagaimana pandanganmu terhadap hubungan keluarga dapat mencerminkan pengalaman masa kecilmu. 

Dengan demikian, tes psikologi ini tidak hanya menguji kemampuan Anda mengamati, tetapi juga mengajak Anda untuk memutar pengalaman pribadi Anda dalam membentuk hubungan interpersonal.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Pertama Yang Kamu Lihat Akan Ungkapkan Sikapmu Dalam Percintaan, Tertarik Coba?

Tahukah kamu bahwa hubungan sosial sama pentingnya bagi kesehatan fisikmu seperti diet dan olahraga? 

Menurut sebuah penelitian, orang dewasa yang terlindungi sosial menghadapi risiko langsung pada kesehatan fisik.

Hubungan pertama kita selalu terbentuk dengan keluarga kita selama masa kanak-kanak, dan ini menentukan bagaimana kita memandang dunia.

Baca Juga: 5 Psikologi Ungkapan Gaya Cinta Berdasarkan Masa Kecil atau Masa Kecil, Kamu Termasuk Mana?

Melansir dari laman Bright Side, tes psikologi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pertamamu telah membentuk kepribadianmu.

Perhatikan dengan seksama gambar di atas, keluarga mana yang penandanya bukan keluarga sejati? 

Jangan terlalu lama mengikuti, ikuti instingmu di sini. 

Setelah selesai, gulir ke bawah untuk melihat apakah tebakkanmu benar dan pelajari sedikit tentang dirimu sendiri.

Baca Juga: Hukum Mengguyur Kepala Saat Puasa Ramadhan, Begini Penjelasan dari Buya Yahya

Keluarga #1

Jika jawabanmu adalah keluarga #1, kemungkinan besar kamu bukanlah orang yang berorientasi pada keluarga intimmu. 

Kamu memperlakukan teman-temanmu sebagai keluarga sejatimu, dan membantu mereka terkesan bahagia. 

Kamu selalu berusaha membawa hal-hal baik dalam kehidupan setiap orang. 

Mungkin kamu tumbuh tanpa sosok ayah yang kuat, itulah mengapa kamu selalu berusaha sebaik mungkin untuk ada bagi orang-orang yang membutuhkanmu.

Keluarga ini mungkin bukan keluarga yang paling bahagia, tetapi mereka tetaplah keluarga sejati. 

Sang ibu jelas peduli pada anaknya, memegang tangan dan melindunginya dari sang ayah yang acuh tak acuh. 

Baca Juga: Hukum Mengguyur Kepala Saat Puasa Ramadhan, Begini Penjelasan dari Buya Yahya

Kamu tidak ingin orang lain tumbuh dewasa seperti dirimu sendiri, itulah mengapa kamu memilih keluarga ini sebagai keluarga palsu.

Keluarga #2

Jika jawabanmu adalah keluarga #2, kamu sangat berorientasi pada keluarga, tidak ada yang lebih penting bagimu selain keluargamu. 

Kamu percaya untuk membangun hubungan yang stabil dan langgeng berdasarkan kepercayaan dan komitmen. 

Kamu mengutamakan kebutuhan keluargamu, terkadang bahkan mengabaikan kebutuhanmu sendiri jika itu berarti kamu dapat membuat orang-orang yang kamu cintai bahagia.

Anda mungkin menyadari bahwa orang-orang dalam gambar tidak terlihat seperti keluarga. 

Orang dewasa tidak memperhatikan anak itu, dan anak itu juga tidak mencoba menggenggam tangan mereka.

Mereka seolah-olah bisa saja sekelompok orang asing yang berjalan bersama. 

Sebagai orang yang sangat berorientasi pada keluarga, Anda dapat langsung melihat keluarga palsu.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH Info Langsung dari Presiden, Pemilik KIP dan KIS Kategori Ini Dapat Tambahan Uang Tunai Rp800 Ribu, Bansos Apa?

Keluarga #3

Jika jawabanmu adalah keluarga #3, kemungkinan besar kamu berasal dari keluarga yang disfungsional. 

Karena masa kecilmu yang traumatis, kamu kesulitan mempercayai orang lain. 

Kamu cemas, dan berinteraksi dengan orang lain seringkali merupakan tantangan bagi kamu.  Selalu khawatir tentang masa depan, kamu cenderung berpikir berlebihan.

Orang-orang dalam gambar terlihat seperti keluarga yang penuh kasih dan bahagia. Mereka adalah keluarga sejati. 

Orang tua hampir memeluk sambil berjalan, dan ayah memegang tangan anak. 

Tumbuh dalam keluarga yang disfungsional membentuk pandangan Anda dengan cara tertentu dan menimbulkan kecurigaan terhadap hubungan yang sehat. 

Kamu tidak percaya bahwa sesuatu seperti itu benar-benar ada, itulah mengapa kamu memilih keluarga ini sebagai palsu.

 

***

Reporter Sinta Widia Lestari
Editor Maria Wulan