AYOJAKARTA.COM – Gangguan Toxic Empati (Toxic Empathy Disorder-TED), adalah situasi yang dialami oleh seseorang ketika rasa empati justru menjadi beban.
Situasi toxic empati ini terjadi ketika kecenderungan empati seseorang menjadi tidak seimbang dan merugikan.
Orang dengan toxic empati akan sulit menetapkan batasan, yang mengarah pada kondisi kelelahan emosional, kecemasan, dan bahkan depresi.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Satu Gambar Bunga untuk Mengetahui Seberapa Extrovert Kamu
Apa penyebab toxic empati?
Berdasarkan sejumlah penelitian, ternyata terdapat sejumlah faktor penting yang menjadi penyebab utama seseorang bisa mengidap toxic empati.
Berikut 3 penyebab utama toxic empati, diantaranya;
1. Pengalaman masa kecil
Pengalaman masa kecil menjadi salah satu momentum vital. Dalam hal ini, masa pertumbuhan mejadi pemicu utama seseorang bisa mengidap toxic empati atau tidaknya.
Tumbuh di lingkungan di mana emosi tidak diasah dengan baik atau dimana seseorang terus menerus terpapar pada kesusahan orang lain tanpa dukungan yang tepat inilah menjadi sumbu utama kemunculan gangguan tersebut.
Jika hal tersebut dibiarkan, secara tidak sadar efeknya akan terasa ketika seseorang tersebut beranjak dewasa dengan tingkat traumatis yang tidak normal.
2. Trauma pribadi
Trauma pribadi menjadi faktor penunjang lainnya yang dapat memicu gangguan toxic empati.
Seseorang yang mengalami trauma dapat mengembangkan kepekaan yang tinggi terhadap penderitaan orang sebagai cara untuk mengatasi rasa sakit mereka sendiri.
Hal ini dapat menyebabkan empati yang berlebihan, yang membawa pada situasi empati mengganggu alias toxic empati.
3. Pengkondisian sosial
Masyarakat seringkali mengutamakan sikap tidak mementingkan diri sendiri dan empati, yang secara tidak sengaja dapat memperkuat toxic empati.
Tekanan terus menerus untuk menjadi baik dan membantu dapat mendorong individu untuk mengabaikan kebutuhan dan kesejahteraan mereka sendiri.
Toxic empati pada pasangan
Toxic empati dalam hubungan bisa menyebabkan kelelahan emosional, ketergantungan, dan perilaku yang memungkinkan.
Hal ini dapat menyebabkan kebencian, ketidakseimbangan, dan pada akhirnya, krisis kepercayaan dan keintiman di antara pasangan.***
Baca Juga: 8 Tipe Kepribadian Berdasarkan Aroma Favorit Seseorang, Pencinta Wangi Lavender Ternyata ...