Gaya Hidup

Bagaimana Kepribadian Terbentuk? Ungkap Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian dan Cara Mengukurnya

Oleh: Muhammad Imansyah Senin 11 Mar 2024, 15:33 WIB
Illustrasi Tes Kepribadian

AYOJAKARTA.COM - Sebelum kamu mengikuti tes kepribadian, ada baiknya kamu tahu dulu apa itu kepribadian.

Dikutip dari kanal YouTube Satu Persen - Indonesian Life School oleh AyoJakarta.com (11/3/2024), teori kepribadian sudah ada sejak zaman Yunani Kuno.

Salah satunya Hippocrates yang menelurkan teori kepribadian berdasarkan ilmu kedokteran masa itu, yang kita kenal dengan tipe-tipe kepribadian koleris, sanguinis, melankolis, dan plegmatis.

Baca Juga: Cek Tipe Kepribadian Kamu: Koleris, Sanguinis, Melankolis, atau Plegmatis?

Seiring dengan perkembang ilmu pengetahuan, khususnya psikologi, saat ini kepribadian didefinisikan sebagai pola pikir, perilaku, dan emosi yang membedakan satu individu dengan yang lainnya. Kata kuncinya adalah: pola.

Pola-pola ini muncul ketika seseorang dihadapkan pada berbagai situasi.

Contohnya, kamu adalah orang yang cuek. Pola pikir, perilaku, dan emosi orang yang cuek cenderung stabil di setiap situasi. Misalnya ketika tiba jam makan siang, orang yang cuek akan sedikit berpikir, tidak peduli, dan yang penting makan.

Saat bermain basket, pola orang yang cuek tetap sama: sedikit berpikir, tidak peduli, dan yang penting main.

Baca Juga: Lengkap! Ini Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadhan dari Malam Pertama hingga Terakhir

Pun saat menghadapi ujian di sekolah, misalnya, orang yang cuek tetap berpikir sedikit, tidak peduli, yang penting ikut ujian. Perkara lulus atau tidak lulus, itu urusan nanti.

Pola ini akan berbeda dengan orang yang cerewet saat dihadapkan dengan situasi serupa. Saat hendak makan siang, orang yang cerewet akan banyak berpikir, sangat peduli, dan punya target tertentu dari setiap aktivitasnya.

Pertanyaan selanjutnya, dari mana kepribadian berasal? Apa yang membentuk kepribadian seseorang?

Dulu, di zaman Hippocrates, kepribadian berasal dari kombinasi cairan dalam tubuh manusia yang terdiri darah, lendir, serta cairan empedu berwarna kuning dan hitam. Keempat cairan inilah yang membentuk empat kepribadian manusia.

Baca Juga: Muhammadiyah Terbitkan Jadwal Imsakiyah. Tapi Waktu Shalat Subuhnya Mundur 8 Menit. Berikut Penjelasannya

Sekarang, para peneliti psikologi berpendapat bahwa kepribadian seseorang dibentuk dari dua faktor, genetika dan lingkungan.

Mengapa para ilmuwan berpendapat bahwa kepribadian seseorang bisa terbentuk dari genetika alias diturunkan dari orang tua ke anaknya?

Para ilmuwan melakukan riset kepada orang kembar yang dibesarkan di lingkungan yang berbeda, tetapi tetap memiliki kesamaan pola pikir, perilaku, dan emosi.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa 40-50 persen kepribadian seseorang diturunkan dari kedua orang tuanya. Faktor genetika ini merupakan faktor internal yang membentuk kepribadian seseorang.

Baca Juga: CPNS 2024 Dibuka April! Berikut Top 10 Instansi Paling Banyak Peminat pada CPNS 2023

Faktor lainnya adalah lingkungan alias faktor eksternal. Faktor lingkungan ini mencakup pola asuh keluarga, circle pertemanan baik di sekolah maupun kantor. Hasil interaksi kita dengan lingkungan ini akan memberikan masukan berupa nilai-nilai atau value kepada diri kita.

Terpaan media, baik media konvensional maupun media sosial, turut berperan dalam menanamkan nilai-nilai kepada diri kita. Nilai-nilai yang tertanam dalam diri ini berperan dalam membentuk kepribadian kita selanjutnya.

Jadi, kepribadian manusia itu luar biasa kompleks dan tidak bisa disederhanakan hanya dengan membaginya ke dalam beberapa tipe yang rigid. Namun ilmu psikologi modern telah menemukan beberapa metode kuesioner untuk mengukur kepribadian seseorang.

 

***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Maria Wulan