AYOJAKARTA.COM – Psikopat merupakan salah kajian dalam psikologi yang menarik minat banyak profesional dalam kesehatan mental.
Konon, gangguan kejiwaan yang disebut psikopat ini menjangkiti 0,2 hingga 3,3 persen populasi di seluruh dunia.
Namun, bagaimana psikopat menyadari bahwa mereka adalah psikopat?
Pertanyaan ini disampaikan oleh Athena Walker, yang menggambarkan dirinya sebagai seorang psikopat terdiagnosis yang meneliti topik ini secara panjang lebar.
Baca Juga: 10 Kampus Terbaik Bidang Teknik versi THE WUR 2024, Siapa Peringkat Pertama?
Dikutip Ayojakarta.com dari independent.co.uk, Athena Walker menjelaskan bagaimana kesadaran bahwa ia berbeda dari orang lain membawanya pada diagnosis psikopat.
Mengetahui tentang kondisi itu, tambah Walker, bukanlah sebuah pengungkapan yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan bisa menjadi hal itu terjadi selama beberapa tahun.
“Namun, sangat jelas bahwa saya sangat berbeda dari orang-orang di sekitar saya. Saya dapat mengetahui hal ini sejak usia dini, segera setelah saya menyadari bahwa tindakan orang lain tidak sesuai dengan tindakan saya. Saya tidak merasakan apa yang mereka rasakan dan hal itu terlihat jelas,” ujar Walker dikutip dari Independent.co.uk.
Di samping itu, Julia Glaszewski, yang juga terdiagnosis psikopat, merespon Walker dengan mengatakan bahwa ia berbeda dari orang lain karena ia tidak merasakan apa-apa ketika mendengar tentang genosida.
Glazsewski juga beranggapan bahwa holocaust (pembantaian oleh NAZI terhadap Yahudi Eropa pada PD 2, red) tidak benar-benar seburuk itu.
Meskipun Glaszewski menekankan bahwa psikopat tidak selalu membunuh orang atau menyakiti orang lain, ia mengakui bahwa ia sering memiliki keinginan kuat untuk menghancurkan seseorang.
Atau, ia juga ingin sekali membuat orang lain menangis untuk sekedar bersenang-senang.
“Meskipun emosi saya bisa sedikit tidak terkendali, saya dapat mengendalikan keinginan saya untuk menyakiti orang lain dengan berolahraga. Saya pernah menyakiti seseorang dan membuatnya berdarah (tidak fatal) dan juga pernah menendang anjing saya tanpa rasa penyesalan atau rasa bersalah.”
Glaszewski menegaskan bahwa ia akan melakukan semuanya lagi jika ia bisa kembali dan ingin menghentikan perilaku yang tidak dewasa dan kerap dipandang rendah masyarakat.
Terdiagnosis psikopat lainnya, Peter Midgley, menulis bahwa jika dia dirujuk ke psikiater ketiak dia masih, dia akan didiagnosis gangguan kontak.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Coba Temukan 1 Gambar Unta yang Paling Berbeda, Yakin Kamu Bisa?
Sebaliknya, diagnosis dari para biarawati dan pastur di sekolah mengatakan bahwa dia memiliki iblis dalam dirinya.
Seorang psikiater akhirnya mendiagnosis kondisinya dan membantunya “merangkul dan mengintegrasikan”.
Midgley mengatakan bahwa dia sempat memilih alkohol sebagai pelariannya. Dia sempat merasa nyaman dengan sifat alaminya itu dan sekarang hal itu menjadi masuk akal.***