AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini, viral di TikTok tentang kata-kata asing dari Jepang yang bikin heboh.
Seperti kata “Mangkok” dan “Cincin” jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia akan bermakna tidak sopan.
Ternyata, kata “Mangkok” dan “Cincin” memiliki arti yang tidak senonoh atau kasar jika diucapkan di Jepang.
Penggunaan bahasa daerah atau bahkan bahasa asing semakin populer di media sosial.
Dalam bahasa Indonesia, kata Mangkok merujuk pada sebuah wadah untuk makanan berkuah.
Sedangkan kata cincin dalam bahasa indonesia yang biasanya untuk mengikat hubungan dengan orang lain.
Cincin di Indonesia biasanya digunakan dalam acara lamaran, tunangan atau pernikahan.
Namun, dalam bahasa Jepang, penyebutan kata "mangkok" dan “cincin” memiliki makna yang kasar dan tabu.
Apa arti Mangkok dan Cincin dalam bahasa jepang yang viral di media sosial TikTok?
Dilansir AyoJakarta.com dari TikTok @afro0dita yang diunggah pada 7 Januari 2024.
Dalam video tersebut, seorang wanita menjelaskan arti Mangkok dan Cincin di Negara Jepang.
Dalam bahasa Jepang Kata Chin-chin penyebutannya mirip dengan cincin dalam bahasa Indonesia.
Arti Cincin dalam bahasa jepang yaitu merujuk pada alat kelamin pria (Mr P) yang tidak sopan jika diucapkan.
Sedangkan kata Mangkok yakni merujuk pada alat kelamin wanita (Miss V).
Sehingga hati–hati mengungkapkan kata Mangkok dan Cincin kepada orang Jepang atau sedang berlibur di Negara Sakura itu.
Bukan hanya kedua kata itu, tapi ada beberapa kata lain yang sebaiknya dihindari saat berbicara di Jepang.
Misalnya, kata "napkin" yang sebenarnya dalam bahasa Inggris berarti lap, namun di Jepang, kata ini merujuk pada pembalut wanita.
Kata lainnya adalah "kuchi", yang artinya mulut dalam bahasa Jepang.
Meskipun terdengar sepele, kata ini bisa dianggap kurang pantas jika digunakan di depan umum di Jepang.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Cari Tahu Alasan Orang Mencintai Kamu Berdasarkan Gambar Pertama yang Kamu Lihat
Jadi, jika kamu berencana berkunjung ke Jepang atau berbicara dengan orang Jepang.
Pastikan untuk menghindari penggunaan kata-kata yang bisa menyinggung perasaan orang lain.
Sebagai wisatawan, penting untuk memahami tata krama yang berlaku di negara yang akan dikunjungi.