Gaya Hidup

Mengenal Gangguan Kepribadian Paranoid, Ketahui Penyebab dan Resikonya, Jangan Dibiarkan Bisa Fatal!

Oleh: Sucipto Jumat 08 Mar 2024, 20:57 WIB
Ilustrasi paranoid

AYOJAKARTA.COM – Gangguan kepribadian paranoid (Paranoid Personality Disorder-PPD), merupakan jenis gangguan kepribadian yang eksentrik.

Orang dengan gangguan kepribadian paranoid menunjukkan perilaku yang mungkin tampak aneh atau tidak biasa bagi orang lain.

Jika seseorang mengalami gangguan kepribadian paranoid, dia akan sangat curiga terhadap orang lain.

Kondisi ini sangat bisa mengganggu kehidupan sehari-hari dari penderita gangguan kepribadian paranoid.

Baca Juga: Rezeki Bertubi-tubi Jelang Ramadhan! 4 Bank dan Pos Kompak Cairkan BPNT Februari-Maret, Status Terbaru di SIKS-NG Sudah Tahap Ini

Tentunya, kamu sendiri pasti sudah mendengar istilah paranoid, atau mungkin pernah bertemu dengan penderitanya.

Beberapa ciri dari penderita gangguan kepribadian paranoid ini diantaranya;

- Enggan untuk bercerita kepada orang lain

- Menyimpan dendam

- Gampang merasa direndahkan atau diancam bahkan dalam komentar atau peristiwa yang paling polos sekalipun

- Cepat merasa marah dan bermusuhan terhadap orang lain

Penyebab Paranoid dan Resikonya

Penyebab paranoid masih belum bisa diketahui dengan pasti. Namun, para ahli jiwa meyakini bahwa faktor keturunan dan lingkungan dapat menjadi penyebabnya.

Baca Juga: Loker BUMN 2024: BRI Buka Rekrutmen Brilian Banking Officer Program (BBOP), Terbuka Untuk Semua Jurusan

Gangguan paranoid lebih sering terjadi pada keluarga dengan riwayat skizofrenia dan delusi. Juga, trauma pada masa anak-anak bisa menjadi faktor penyebabnya.

Faktor-faktor lainnya yang bisa menjadi penyebab paranoid antara lain:

- Tinggal di rumah tangga berpenghasilan rendah

- Berpisah atau bercerai

- Menjadi janda

- Tidak pernah menikah

Untuk konteks di Indonesia, kebiasaan bertanya “kapan nikah” kepada para jomblo bisa menjadi penyebab paranoid. Karena, salah satu penyebab paranoid ternyata tidak pernah menikah.

Beberapa Gejala Paranoid

Penderita paranoid seringkali tidak percaya kalau perilaku mereka adalah sesuatu yang tidak sewajarnya.

Bagi mereka, mencurigai orang lain justru hal yang sangat rasional. Namun, orang-orang di sekitarnya mungkin percaya bahwa kecurigaan ini hanya mengada-ada.

Baca Juga: Loker BUMN 2024: BRI Buka Rekrutmen Brilian Banking Officer Program (BBOP), Terbuka Untuk Semua Jurusan

Seseorang dengan gangguan paranoid juga dapat berperilaku memusuhi atau keras kepala. Sikap mereka sarkastik, yang seringkali mendapatkan respon tidak bersahabat dari orang lain.

Respon tidak bersahabat, pada gilirannya mungkin akan mengkonfirmasi kecurigaan awal mereka.

Seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid kemungkinan juga memiliki kondisi lain yang bisa membuatnya semakin parah.

Misalnya adalah depresi dan kecemasan yang dapat mempengaruhi suasana hati seseorang. Pergeseran suasana hati dapat membuat seseorang dengan paranoid akan semakin parah dan memilih isolasi diri.

Beberapa gejala gangguan kepribadian paranoid lainnya adalah:

- Meyakini bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi atau bermaksud mencelakai mereka (dengan kata lain, mengalami delusi penganiayaan)

- Meragukan kesetiaan orang lain

- Mengalami kesulitan bekerja dengan orang lain

- Menjadi sangat sensitif terhadap kritik

- Cepat menjadi marah atau bermusuhan

- Menjadi terpisah atau terisolasi secara sosial

Baca Juga: Mahfud MD Sindir Sirekap KPU: Siapa yang Mengaudit Mereka?

- Menjadi argumentatif dan defensif

- Mengalami kesulitan untuk melihat mengapa perilaku mereka mungkin menjadi perhatian

- Mengalami kesulitan untuk bersantai

Nah, setelah membaca artikel ini, apakah kamu pernah melihat ciri-ciri yang disebutkan itu ada dalam keluarga atau teman-temanmu? Atau, jangan-jangan kamu sendiri juga mengalaminya?

Jika gejala-gejala tersebut ada pada dirimu, alangkah baiknya jika mulai sekarang kamu berlatih berpikir positif. Waspada boleh tapi jangan berlebihan. Akan lebih baik lagi jika kamu mengunjungi fasilitas kesehatan mental dan berkonsultasi dengan ahlinya.

Jika gejala itu kamu temukan pada orang di sekitarmu, maka sebaiknya kamu menghindari bercanda dengan mereka karena bisa dianggap ejekan. Termasuk, bercanda dengan pertanyaan “kapan nikah”.***

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar yang Pertama Dilihat Buaya atau Kapal? Jawabanmu Ungkap Sisi Baik Burukmu

Reporter Sucipto
Editor Imanudin Abdurohman