Gaya Hidup

Salah Satunya dari Daerah Kramat Jati Jakarta Timur, Inilah Wilayah di Indonesia yang Dijuluki Sebagai Kota Mati

Oleh: Karseno AJ Rabu 06 Mar 2024, 19:22 WIB
Ilustrasi. Kota Mati di Indonesia

AYOJAKARTA.COM - Digadang sempat menjadi wilayah paling ramai dan pusat perekonomian,  sejumlah kota di Indonesia kini dijuluki sebagai kota mati.

Julukan sebagai kota mati tersebut selain karena kondisi geografis yang dinilai berbahaya, juga karena persoalan lain seperti kebijakan pemerintah.

Karena itu wacana Indonesia yang memiliki sejumlah kota mati, selalu menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi banyak kalangan.

Baca Juga: 5 Kota dengan Kampung Terunik di Indonesia, Salah Satunya Ada yang Penduduknya Bermata Biru

Sebagai salah satu rekomendasi pengetahuan dan perbendaharaan keilmuan, berikut ini merupakan daftar wilayah yang memiliki julukan sebagai kota mati.

Dikutip dari kanal YouTube Data Fakta, kota pertama di Indonesia yang mendapat julukan sebagai kota mati adalah Marina City yang terletak di Tanjung Riau, Sekupang, Batam.

Sempat menjadi Las Vegas-nya Indonesia karena menjadi salah satu sentra judi terbesar di kawasan Asia Tenggara, Marina City ditutup oleh Presiden SBY.

Baca Juga: Berani Tinggal? TOP 7 Kota Tersepi di Indonesia, Padahal Ibu Kota Provinsi Tetapi Dihuni Hanya 110 Jiwa, Daerahmu Termasuk?

Usai penutupan tersebut, gemerlap cahaya lampu diskotik dan pusat perjudian serta bangunan megah kemudian berubah menjadi kota mati.

Wilayah selanjutnya yang dijuluki sebagai kota mati adalah Kota Mati Tommy Soeharto, di Desa Karang Anyar, Karawang, Jawa Barat.

Lahan bekas kebun karet yang disulap menjadi perumahan oleh Tommy Soeharto terkendala pajak yang berujung penjarahan.

Baca Juga: 5 Kabupaten dan Kota Paling Bersih yang Diganjar Anugerah Adipura Kencana 2023, Kota Kamu Masuk Nggak?

Meski dijuluki kota mati, kawasan perumahan tersebut kerap menjadi spot bagi sejumlah orang untuk membuat konten atau berfoto-foto.

Desa Berastepu di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dijuluki sebagai kota mati setelah ditinggal pergi oleh para penduduknya.

Seluruh bangunan yang sebelumnya berdiri megah berubah menjadi reruntuhan setelah bencana vulkanis pada tahun 2013 dan 2015.

Selain Berastepu, wilayah tetangganya yakni Desa Simacem juga mendapat julukan kota mati karena menjadi zona merah atau bahaya bencana Gunung Sinabung.

Aktivitas dan kesibukan warga sekitar yang sebelumnya dikenal sebagai penghasil sayur-mayur berubah total setelah ditinggal pergi oleh penghuninya.

Baca Juga: 5 Kota Penghasil Wanita Salihah di Indonesia, Para Jomblo Ayo Merapat!

29 Mei 2006 Desa Siring Kecamatan Porong menjadi wilayah pertama yang mengalami semburan lumpur panas.

Berawal dari lokasi tersebut, dampak semburan lumpur yang tidak kunjung berhenti membuat sebanyak 21 Titik Desa Sidoarjo menjelma kota mati.

Sejumlah ahli Geologi memprediksi, semburan lumpur panas tersebut akan terus berlangsung hingga  mencapai tiga dekade mendatang.

Baca Juga: 8 Kota dengan Biaya Hidup Termurah untuk Mahasiswa Rantau, Bisa Temukan Harga Kosan Kisaran Rp300 Ribu!

Meski telah menjadi kota mati, kawasan tersebut justru dijadikan oleh warga setempat sebagai salah satu lokasi kunjungan wisata.

Wilayah selanjutnya yang dijuluki sebagai kota mati adalah Kampung Mati Vietnam, di kawasan Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Komplek yang semula merupakan pusat panti jompo Kemensos ini berubah menjadi kawasan tak berpenghuni dan sarang hewan liar setelah terendam banjir besar.  ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris