Gaya Hidup

Bulan Ramadan Sebentar Lagi Tiba! Ini Tips Puasa untuk Penderita Maag dan Gerd

Oleh: Nuriyah Nofasari Selasa 05 Mar 2024, 19:02 WIB
Bagi sebagian orang, bulan Ramadan bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Penderita masalah lambung seperti maag dan GERD.

AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadan, bulan yang selalu dinantikan umat Muslim. Saatnya beribadah dengan lebih intens, berbagi dengan sesama, dan tentu saja, menahan lapar dan dahaga hingga berbuka puasa.

Namun, bagi sebagian orang, bulan Ramadan bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi yang menderita masalah lambung seperti maag (atau dikenal juga sebagai dispepsia) dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Vania Utami, pada Selasa, 5 Maret 2024, berikut beberapa tips puasa bagi penderita maag dan GERD untuk tetap menjalankan ibadah dengan nyaman.

Perbedaan antara Maag dan GERD

Sebelum masuk ke tips-tipsnya, penting untuk memahami perbedaan antara maag dan GERD. Meskipun seringkali disamakan, keduanya sebenarnya memiliki perbedaan mendasar dalam gejalanya.

Baca Juga: HILAL JUGA! BPNT Alokasi Februari-Maret Rp 400 Ribu Fix Cair Hari Ini di Kartu KKS KPM dengan Bank Penyalur Berikut

1. Maag (Dispepsia)

Jika seseorang memiliki masalah lambung atau dispepsia, dia mungkin akan merasa perutnya terasa penuh saat makan, meskipun sebenarnya sudah makan dalam porsi yang sesuai. Gejala lainnya termasuk rasa tak nyaman setelah makan, sering bersendawa atau buang angin, perut terasa kembung, rasa mual, dan bahkan muntah.

2. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Di sisi lain, GERD terjadi ketika katup antara lambung dan kerongkongan mengalami gangguan, sehingga asam lambung atau makanan bisa naik ke atas, menyebabkan gejala seperti rasa terbakar di dada (terutama setelah makan atau pada malam hari), nyeri dada, kesulitan menelan, dan rasa mengganjal di kerongkongan.

Baca Juga: Ini Dia Daftar Perusahaan BUMN dan Lulusan yang Disukainya, Bank Mandiri Terima Ribuan Pegawai dari Jurusan Kuliah Ini!

Tips Puasa bagi Penderita Maag dan GERD

1. Makan Secukupnya

Saat berbuka puasa, jangan langsung makan dalam porsi besar. Mulailah dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih, lalu tunggu sebentar sebelum melanjutkan makanan utama. Hal ini membantu mencegah kagetnya lambung dan mengurangi risiko gejala maag atau GERD.

2. Hindari Makan Terburu-buru

Jangan makan dengan tergesa-gesa saat sahur atau berbuka. Usahakan untuk bangun lebih awal sehingga masih ada waktu yang cukup untuk makan dengan tenang. Makan terburu-buru dapat meningkatkan risiko gas masuk ke saluran pencernaan.

3. Pilih Menu yang Tepat

Pilih makanan yang rendah lemak dan tidak pedas. Daging tanpa lemak seperti dada ayam dan ikan, serta buah-buahan seperti pisang, apel, atau pir, adalah pilihan yang lebih aman untuk penderita maag atau GERD.

4. Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung

Hindari minuman seperti kopi atau soda, serta makanan pedas atau asam, karena dapat memicu naiknya asam lambung. Pilihlah makanan dan minuman yang lebih bersahabat dengan lambung.

5. Hindari Tidur Langsung Setelah Makan

Jangan langsung tidur setelah makan, terutama saat sahur. Berbaring saat lambung masih dalam proses mencerna makanan dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung ke kerongkongan.

Baca Juga: 7 Tanda Kamu Punya Pola Pikir Dewasa, Nomor 7 adalah Hal Kecil yang Sering Dilupakan

6. Posisi Tidur yang Tepat

Jika kamu memiliki GERD, tidurlah dengan posisi tubuh miring ke kiri. Ini membantu mencegah refluks asam lambung karena posisi lambung yang berada di sebelah kiri tubuh. Gunakan bantal tambahan untuk memberikan dukungan pada tubuh dan mencegah gerakan yang dapat memicu refluks.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan penderita maag dan GERD dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih nyaman dan lancar.

Namun, ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang spesifik sebelum menerapkan tips ini.

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Aris Abdulsalam