AYOJAKARTA.COM -- Pesisir utara Pulau Jawa dihiasi oleh deretan kota besar seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya.
Kota-kota ini memiliki sejarah panjang dan beragam, namun umumnya memiliki kesamaan dalam hal faktor yang mendorong kelahirannya.
Jakarta, awalnya merupakan sebuah bandar kecil bernama Sunda Kelapa. Jakarta berkembang menjadi pusat perdagangan dan politik setelah dikuasai oleh Portugis dan Belanda.
Baca Juga: Ini Kota yang Paling Sering Dikunjungi Wisatawan Nusantara di Indonesia, Nomor 1 Bukan Bali
Begitu juga dengan Semarang yang berawal dari sebuah desa kecil di muara Sungai Semarang.
Kota ini berkembang menjadi pelabuhan penting dan pusat perdagangan pada masa Kesultanan Demak dan Mataram.
Sementara Surabaya diciptakan sebagai kota dagang dan pelabuhan. Surabaya merupakan pelabuhan gerbang utama Kerajaan Majapahit.
Surabaya berkembang menjadi kota pelabuhan yang ramai dan menjadi pusat perdagangan di Jawa Timur.
Baca Juga: 7 Kota Termahal di Dunia, Ada yang dari Negara Tetangga Indonesia
Sayangnya letak geografis kota-kota ini yang langsung berbatasan dengan laut ini terancam bencana abrasi.
Abrasi adalah proses pengikisan pantai yang diakibatkan oleh gelombang dan arus laut yang kuat.
Fenomena ini dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada garis pantai, termasuk hilangnya daratan, kerusakan infrastruktur, dan bahkan hilangnya tempat tinggal bagi masyarakat pesisir.
Bencana abrasi ini diperparah dengan bertambahnya ketinggian permukaan air laut akibat perubahan iklim.
Baca Juga: 10 Kota dengan Gaji Tertinggi di Indonesia, Apakah Wilayahmu Termasuk?
Tak ayal Jakarta diramal akan tenggelam pada 2050.
Namun dari keempat kota besar yaitu Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya mana yang letak geografisnya paling rendah.
Dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) kota masing-masing berikut adalah datanya.
Kota Jakarta merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata +7 meter di atas permukaan laut.
Sementara ketinggian rata-rata kota Cirebon adalah kurang lebih 5 meter di atas permukaan air laut.
Baca Juga: TOP 10 Provinsi di Indonesia dengan Jumlah Mahasiswa Terbanyak, Apakah Kota Pelajar Yogyakarta?
Sementara ketinggian Kota Semarang terletak antara 0,75 meter sampai dengan 348 meter di atas garis pantai.
Kota Surabaya yang berada di paling timur berada di ketinggian 3 - 6 meter di atas permukaan air laut. Kecuali di bagian selatan terdapat dua bukit landai di daerah Lidah & Gayungan dengan ketinggian 25-50 meter di atas permukaan air laut.
Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kota Semarang adalah kota yang paling rendah di antara keempat kota yang disebutkan.