AYOJAKARTA.COM - Ketika sedang ada masalah, tidak sedikit dari kita yang berpikir untuk datang ke profesional atau psikolog.
Di samping itu kerap hadir juga sejumlah alasan seakan menjadi pembenaran untuk tidak datang ke psikolog.
Hal itu bisa saja dipicu oleh stereotipe masyarakat yang menilai memeriksakan diri ke psikolog itu tidaklah terlalu penting.
Tak hanya itu, sudut pandang masyarakat awam juga menilai orang yang pergi ke psikolog itu hanya untuk orang yang memiliki gangguan kejiwaannya.
Baca Juga: 10 Tanda Seseorang Diam-diam Membencimu, Tidak Menatap Mata Salah Satunya!
Padahal, tidak melulu orang-orang yang pergi ke psikolog adalah orang yang memiliki gangguan jiwa, bisa saja mereka hanya sekadar berkonsultasi dan diskusi untuk memecahkan suatu permasalahan.
Bisa jadi, kamu juga sempat ada kepikiran untuk datang ke psikolog, namun dengan sejumlah alasan tersebut hingga akhirnya tertunda.
Merasa masalahnya biasa saja, akhirnya memilih untuk curhat ke teman saja. Lalu apa bedanya curhat ke teman dengan psikolog?
Dilansir Ayojakarta.com dari YouTube Satu Persen - Indonesian Life School, jelas beda antara curhat ke teman dengan psikolog.
Teman, bisa jadi tempat untuk meluapkan apa yang dirasakan saat itu juga.
Namun ada beberapa area yang tidak dapat disentuh dan membutuhkan bantuan profesional.
Lalu, kapan sebaiknya datang ke psikolog? Apa yang didapat?
1. Segala yang dirasakan terlalu intens
Merasakan masalahnya beras sekali. Stres memang wajar dan semua orang mengalaminya. Namun dalam kadar tertentu.
Stres tetap dibutuhkan agar individu dapat bergerak dan fungsi dalam kesehariannya berjalan baik.
Namun, jika stres yang dirasakan sudah berat hingga akhirnya tidak bisa tidak beraktivitas.
Mudah emosi, khawatir dan sedih yang berlebihan. Jika sudah demikian, tidak ada salahnya datang ke psikolog.
Khawatirnya jika berkelanjutan akan menanggung keberfungsian hidup.
2. Merasakan Lelah Berkepanjangan
Merasa kurang tidur, padahal jam tidurnya sudah lebih dari cukup. Atau justru susah bangun hingga aktivitasnya terganggu.
Imbasnya menjadi depresi disertai lelah berkepanjangan. Yuks, segera ke psikolog.
3. Mengalami Kehilangan
Seperti berduka, putus cinta atau kehilangan pekerjaan. Bisa jadi setiap orang mengalami ini.
Hal ini disebut proses grief. Reaksi yang muncul akibat dari kondisi emosional.
Ditandai dengan denial, marah, bargaining, kesedihan yang amat sangat hingga akhirnya menerima situasi yang terjadi.
Jika hal ini sampai mengganggu keseharian, merusak proses hidup. Seperti jauh dari teman dan keluarga. Sudah saatnya pergi ke psikolog.
Baca Juga: ALHAMDULILLAH! Akhirnya BPNT Tahap 2 Cair Lebih Dulu di KKS, Cek Segera Bank Ini, Statusnya Sudah SI
4. Merasa Menjauh dari Kehidupan Sosial
Benar, setiap orang membutuhkan waktu untuk sendiri. Namun jika bukan pribadi introvert, tentu lain cerita.
Biasanya dekat dengan teman atau keluarga. Tiba-tiba justru merasa jika interaksi tersebut menjadi beban.
Membuat stres hingga panik. Saatnya ke psikolog.
5. Gunakan Barang Berbahaya Sebagai Cara Melarikan Diri
Seperti alkohol, obat terlarang, narkoba dan yang lain sebagai cara untuk keluar masalah.
Penggunaan cara koping masalah yang tidak sehat ini ada justru membuat kemungkinan akan melakukan lagi ketika ada masalah.
Imbasnya lama-lama menjadi ketergantungan dan membutuhkan penanganan intensif.
Untuk menangani hal ini, tentu tidak bisa sekedar curhat ke teman. Melainkan harus ke profesional.
6. Ingin Mengembangkan Diri
Ingin mengembangkan diri, dengan menggali potensi dan bagaimana cara memanfaatkannya agar produktif.
Seperti karir, bagaimana bisa berkomunikasi dengan baik atau hal lain yang sifatnya positif.
Bisa kok konsultasi ke psikolog agar tujuannya dapat lebih produktif.
7. Ingin Mengakhiri Hidup
Jika sempat ada kepikiran untuk mengakhiri hidup, ini sudah menjadi peringatan besar.
Tidak ada alasan menunda lagi. Harus ada pendampingan profesional.
Sejatinya tidak harus mereka yang memiliki masalah baru ke psikolog.
Ingin berproses agar sehat jiwa raga, bisa kok konsultasi ke psikolog.
Itulah beberapa tanda yang bisa menandakan kamu disarankan untuk segera pergi ke psikolog.***
Baca Juga: Waduh! Suka Drama Salah Satu Tanda Kecanduan Stres? 6 Tanda Ini Tak Banyak Disadari Banyak Orang