Gaya Hidup

Jangan Salah! Berikut Ini Perbedaan antara Takut, Cemas dan Fobia yang Perlu Kamu Pahami

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Senin 04 Mar 2024, 09:14 WIB
Ilustrasi. Perbedaan Antara Takut, Cemas dan Fobia

AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah perbedaan antara takut, cemas dan fobia yang perlu kamu ketahui. 

Geli saat melihat ulat bulu, badan otomatis gatal-gatal?

Atau selalu menjerit ketika melihat kecoa. Berkeringat dingin ketika masuk ke rumah hantu.

Baca Juga: CPNS 2024 Segera Dibuka, Ini Perbedaan Formasi CPNS Pusat dan CPNS Daerah, Apa Pilihanmu?

Tak jarang, perasaan takut seseorang terhadap sesuatu langsung diidentikkan dengan fobia. Padahal sejatinya itu adalah dua hal yang berbeda.

Lantas apa perbedaan takut, cemas dan fobia? Berikut perbedaannya seperti dikutip Ayojakarta.com dari Instagram @indo_psikologi:

Takut

Rasa takut muncul karena tubuh mendeteksi adanya ancaman nyata.

Baca Juga: Tes IQ: Suka Tantangan? Yuk Coba Cari 3 Perbedaan pada Gambar Gajah Ini, Latih Fokus Mata Kamu!

Contoh, ketika melihat kecoa. Secara otomatis tubuh menjadi tegang dan jantung berdetak cepat.

Namun, itu hanya sesaat. Karena rasa takut akan menurun ketika kecoa sudah pergi atau menjauh dari peredaran.

Cemas

Kecemasan merupakan reaksi berkepanjangan terhadap apa yang akan terjadi di masa depan.

Seseorang dapat merasa cemas, meski sumber ancamannya sulit dipahami.

Ketika cemas, tubuh akan terasa kaku dan berkeringat di seluruh tubuh.

Pada tingkat yang parah, kecemasan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Fobia

Beda dengan rasa cemas, seseorang yang mengalami fobia akan merasa takut pada hal yang bahkan tidak nyata. Bahkan jika itu hanya ada dalam pikiran mereka sendiri.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Buktikan Bahwa Kamu Punya Kemampuan Observasi yang Baik, Coba Temukan 3 Perbedaan pada Gajah Imut Ini

Rasa takut itu terjadi instan, terus menerus dan berlebihan.

Imbasnya membuat ketidaknyamanan dan mengganggu kehidupan sosial.

Sampai sini sudah paham kan bedanya rasa takut, cemas, dan fobia? Kalau kamu merasa mengalami takut, cemas atau fobia berlebih, tidak ada salahnya segera konsultasi ke psikolog.***

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Desi Kris