Gaya Hidup

Stres Bisa Diwariskan dari Ibu ke Anak? Begini Penjelasan Stres Bawaan dari Sudut Pandang Epigenetik

Oleh: Muhammad Imansyah Jumat 01 Mar 2024, 06:10 WIB
Ilustrasi. Stres Bisa Diwariskan dari Ibu ke Anak

AYOJAKARTA.COM - Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang stres, seperti mendapatkan gangguan dan ancaman, atau menghadapi persaingan dan perubahan yang begitu ketat dan cepat di lingkungannya.

Tapi tahukah Anda bahwa stres tidak hanya terjadi ketika seseorang merespons faktor-faktor di luar dirinya, melainkan juga bawaan yang diturunkan secara genetis?

Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, Ph.D. dalam kanal YouTube-nya, Pak Ahmad.

Baca Juga: 6 Solusi untuk Kepribadian Melankolis dalam Mengatasi Sifat Perfeksionis dan Sensitif, Bisa Mengurangi Stres loh!

Dosen Sains Biomedis dari Universitas Yarsi ini mengutip hasil penelitian Dr. Gabor Mate yang menyebutkan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu penyintas Holocaust banyak yang mengidap post-traumatic stress disorder (PTSD).

Anak-anak yang terlahir dari seorang ibu yang stres ketika hamil berpotensi besar mewarisi stres dari sang ibu.

Stres terjadi ketika tubuh memproduksi hormon kortisol ketika seseorang mendapatkan ancaman dari luar.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Coba Pilih Wajah Mana yang Stres?Jawabanmu Ungkap Kecerdasan Emosional yang Dimiliki

Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan kewaspadaan seseorang ketika menghadapi ancaman, dan membantu otak untuk memutuskan respons terhadap ancaman tersebut, apakah bertarung (fight) atau lari (flight).

Hormon kortisol diproduksi oleh bagian atas ginjal, dialirkan melalui darah, dan ditangkap oleh reseptor di otak.

Saat hormon kortisol ditangkap oleh reseptor di otak, jumlah hormon ini di dalam tubuh akan berkurang, otak kemudian mengirim sinyal bahwa ancaman sudah teratasi, dan stres pun mereda.

Baca Juga: Tes IQ: Atasi Stres dengan Bermain! Coba Temukan 3 Perbedaan pada Gambar Beruang Ini, Bisa?

Namun bagi sebagian orang, jumlah hormon kortisol di dalam tubuhnya tidak berkurang meskipun ancaman sudah teratasi, dan menyebabkan tubuh terus-menerus dalam keadaan waspada dan stres berkepanjangan.

Jika hal ini dialami oleh seorang ibu hamil, maka secara epigenetik, stres tersebut dapat diwarisi oleh anaknya kelak.

Bagaimana stres bawaan ini bisa terjadi? Studi epigenetik menjelaskan bahwa embrio yang ada dalam kandungan ibu membawa catatan gen dari kedua orang tuanya.

Seorang ibu hamil yang stres akan membawa catatan gen yang berisi informasi bahwa dirinya berada dalam ancaman.

Jika catatan sang ibu ini tersalin ke dalam gen anak yang berada dalam kandungannya, maka sang anak pun akan merasakan stres yang dialami ibunya.

Dari penjelasan tersebut, tergambar betapa pentingnya menjaga kondisi jiwa dan kesehatan mental seorang ibu yang tengah mengandung agar anak-anak yang dilahirkan tidak mewarisi stres, dan memiliki kesehatan mental yang baik.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Desi Kris