AYOJAKARTA.COM – Saat ini banyak anak-anak muda yang sudah tidak asing dengan istilah soft boy.
Soft boy adalah sebutan untuk laki-laki yang mempunyai penampilan lembut, baik, dan penyayang.
Beberapa orang mungkin bertanya apakah soft boy merupakan fenomena yang normal atau tidak.
Baca Juga: Jurusan Kuliah yang Paling Dibutuhkan di Industri Kreatif, Jurusan Animasi Full Senyum!
Sebab, selama ini pria dianggap sebagai sosok yang memiliki penampilan sangat maskulin.
Dokter Aisah Dahlan dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Deddy Corbuzier mengatakan bahwa setiap manusia memiliki dua hormon yaitu estrogene dan testosterone.
Seperti yang diketahui, laki-laki lebih banyak memiliki hormon testosterone daripada estrogen.
Akan tetapi, Dokter Aisah Dahlan menyampaikan bahwa ada laki-laki yang memiliki hormon estrogen lebih banyak.
“Misalnya Om Ded karena laki-laki terdiri misalnya 90 liter testosterone, 10-nya estrogen. Karena watak Om Ded yang Allah ciptakan seorang laki-laki ekstrovert atau katakanlah laki-laki yang hasrat pemimpin. Tapi nanti juga ada laki-laki yang wataknya introvert itu estrogennya agak banyak sedikit. Katakanlah misalnya 12,5 liter sampai 15 liter sisanya testosterone,” kata Dokter Aisah Dahlan dikutip Kamis (29/2/2024).
Jumlah hormon yang dimiliki oleh seseorang akan mempengaruhi watak orang tersebut.
Misalnya jika seorang laki-laki mempunyai hormon estrogen lebih banyak, maka akan membuat ia menjadi sosok yang lembut.
“Itu yang membuat ada laki-laki yang membuat dia lebih lembut kalau bicara, lebih senang dirumah, lebih pemikir yang detail, lebih yang ngalahan. Dan itu masih wajar, masih lazim, karena memang secara, watak kan genetik juga kan, watak ini ada ekstrovert, introvert, ambivert. Itu pengaruh hormonnya itu tadi komposisi-komposisi tadi,” jelasnya.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Apa yang Terungkap dari Caramu Berdiri? Cari Tahu di Sini!
Selain itu, Dokter Aisah Dahlan juga mengungkapkan bahwa lingkungan seseorang juga akan mempengaruhi.
Misalnya ketika laki-laki yang memang mempunyai hormon estrogen berlebih, ketika disebut seperti perempuan maka hormon estrogennya akan bertambah.
Tidak hanya itu, makanan yang dikonsumsi oleh seseorang juga berpengaruh pada kenaikan hormon estrogen.
Misalnya seperti ayam broiler yang bisa meningkatkan hormon estrogen.
Ini karena Dokter Aisah Dahlan menyebut ayam broiler disuntik estrogen agar mempercepat waktu bertelur.
“Tetapi pada saat kondisinya si laki-laki yang 12,5 liter estrogen kemudian dari kecil dibilang oleh orang ‘kamu tuh kaya perempuan’ misalnya, itu hati-hati estrogennya naik. Belum lagi misalnya makanan. Itulah yang disebut akhirnya lingkungan mempengaruhi kadar estrogen naik sehingga jadi tambah soft,” ungkapnya.***