AYOJAKARTA.COM - Workaholic, seperti penyakit kecanduan, dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang.
Apa arti workaholic yang bikin penasaran? Ternyata begini artinya.
Istilah workaholic sedang viral di media sosial gegara tes kepribadian cake resume yang populer di media sosial.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Objek yang Kamu Lihat Pertama Kali Akan Ungkap Sisi Kekuatan Tersembunyi di Dirimu!
Workaholic terdapat pada kepribadian dengan tipe kue tiramisu pada game cake resume what cake R U.
Sosok yang hasil kepribadiannya menggambarkan tiramisu adalah sosok workaholic, pemimpin dan no pain no gain.
Tipe kue tiramisu menggambarkan sosok dengan tingkat workaholic yang tinggi yaitu 200 persen.
Selain itu, benda keberuntungan kue tiramisu ini yaitu kucing keberuntungan (cuan cuan cuan).
Tes kepribadian cake resume juga menggambarkan tingkat workaholic untuk setiap jenis kue.
Workaholic atau pecandu kerja seringkali dianggap mirip dengan kecanduan yang dapat merugikan bagi kesehatan fisik dan mental.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Jawab 7 Pertanyaan Ini untuk Tahu Siapa yang Diam-Diam Jatuh Cinta padamu!
Kata workaholic menggambarkan seseorang yang memiliki obsesi yang berlebihan terhadap pekerjaannya.
Mereka seringkali memulai dengan semangat untuk mencapai tujuan dan aktualisasi diri.
Kondisi ini sering kali berkembang tanpa disadari, membuat individu sulit untuk melepaskan diri.
Namun, menjadi workaholic tidaklah menguntungkan dan dapat berdampak buruk pada kesehatan secara keseluruhan.
Sehingga, penting untuk mengenali ciri-ciri seseorang yang mungkin sudah menjadi workaholic.
Ciri-ciri workaholic yang viral di media sosial sebagai berikut:
Baca Juga: Tes Kepribadian: Selain Jempol, Ternyata Bentuk Jari Telunjuk Menyimpan Rahasia Karakter Tersembunyi
1. Terobsesi dengan Pekerjaan
2. Kurangnya Hubungan Sosial
3. Sulit Beristirahat atau Berlibur
4. Prioritas Pekerjaan di Atas Segalanya
Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Salah Satu Rumah Impianmu dan Cari Tahu Sifat Dominan yang Jarang Diketahui
5. Mengabaikan Kesehatan dan Kebutuhan Pribadi
6. Tidak Pernah Puas
7. Risiko Kesehatan yang Meningkat
Keberhasilan dalam karir tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kesehatan dan keseimbangan dalam kehidupan.***