AYOJAKARTA.COM – Dalam berbagai jenis hubungan dan interaksi baik pribadi maupun organisasi, tidak jarang seseorang mendapati situasi yang penuh dengan manipulasi.
Manipulasi merupakan suatu tindakan yang sengaja dilakukan oleh seseorang kepada orang lain untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi.
Seorang atau lebih pelaku manipulasi atau Manipulator, biasanya akan menggunakan berbagai cara untuk terus menjerat korbannya agar terus menjadi suplai atau aset.
Meski terkadang tidak terlihat dan membekas secara fisik, namun korban manipulasi seringkali mengalami dampak kehancuran secara mental.
Agar tidak mudah menjadi korban manipulasi yang dilakukan orang di sekitar, mengenali jenis-jenis manipulasi merupakan hal penting untuk dipahami.
Dirangkum Ayojakarta Senin, 5 Januari 2024 dari IG @muhammadfirdaus_psikologi, berikut ini adalah jenis dan tanda manipulasi yang sering dilakukan oleh seorang Manipulator.
Love Bombing, merupakan jenis manipulasi yang sering dilakukan oleh pasangan dengan terus-terusan memberi perhatian, pujian dan segala keindahan hubungan.
Dengan melakukan love bombing, manipulator secara diam-diam dan licik akan menjerat korban sehingga sangat bergantung dan kehilangan kewarasannya.
Gaslighting merupakan jenis manipulasi yang dilakukan oleh pelaku terhadap korbannya dengan cara berbohong dan memutar-balikkan fakta sebenarnya.
Jenis manipulasi semacam ini merupakan trik menipu orang lain paling berdampak serius bagi korban, karena bisa merusak mental dan meragukan diri sendiri.
Jenis manipulasi lain yang sering dilakukan oleh seorang manipulator adalah Playing Victim atau berpura-pura menjadi korban.
Manipulator yang melakukan playing victim, seringkali memanfaatkan kepedulian dan rasa empati korban dengan harapan bisa terus menjerat korban dengan rasa bersalah.
Moving the Goalpost, merupakan tindakan manipulasi yang dilakukan pelaku dengan terus berusaha membuat korbannya merasa rendah dan tidak layak.
Jenis manipulasi selanjutnya yang sering terjadi dalam berbagai jenis hubungan adalah Guilt Tripping atau menjebak korban dengan rasa bersalah.
Manipulator berharap dengan melakukan perangkap kesalahan, akan membuat korbannya menjadi tidak enak hati dan takut untuk bersikap kritis.
Jenis manipulasi selanjutnya adalah Triangulation atau teknik manipulasi yang melibatkan pihak ketiga dalam sebuah konflik.
Biasanya, tujuan seorang Manipulator melibatkan pihak lain dalam sebuah konflik adalah untuk membuatnya menjadi superior atau terkesan lebih benar.
Dalam mempraktikkan trik jenis ini, seorang manipulator seringkali menambah-nambahkan cerita atau memfitnah sehingga korban menjadi tidak berdaya.
Para Manipulator seringkali menggunakan kombinasi dari jenis-jenis trik tersebut sehingga korban akan menjadi sangat bingung dan kesulitan dalam menyampaikan maksudnya.