Gaya Hidup

Dampak Kasus Perceraian Meningkat, Ini 7 Provinsi di Indonesia yang Dijuluki Daerah Penghasil Janda Muda

Oleh: Karseno AJ Senin 29 Jan 2024, 17:05 WIB
Ilustrasi. Perceraian

AYOJAKARTA.COM - Peliknya persoalan yang menghantui pasutri, membuat sebagian pasangan memutuskan berpisah dan terpaksa menyandang status duda atau janda.  

Meski tidak selalu diakibatkan karena kematian pasangan, status dan gelar sebagai duda atau janda memiliki penilaian tersendiri di kalangan masyarakat.

Menyandang status sebagai janda atau duda, meski tidak selalu, masih menjadi ketidaknyamanan tersendiri bagi sebagian masyarakat.

Baca Juga: Top 3 Kota Paling Pintar di Indonesia Menurut Survei Dunia IMD-WCC, Jakarta Peringkat Berapa?

Pernikahan merupakan bagian dari kehidupan yang bukan saja membutuhkan komitmen, melainkan kedewasaan secara emosional, fisik dan persiapan finansial.

Tanpa adanya hal-hal tersebut di diri masing-masing pasangan, ikrar suci pernikahan yang disaksikan oleh Tuhan hanya akan berujung pada perpisahan.

Setiap daerah di Indonesia sendiri, memiliki catatan berisi tingginya angka perpisahan atau perceraian yang diakibatkan oleh berbagai asalan.

Baca Juga: Selain Jakarta, Ini Dia Daftar 4 Kota Paling Sibuk di Indonesia, Semuanya dari Pulau Jawa Lho!

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dari kanal YouTube Catatan Media, berikut adalah tujuh provinsi di Indonesia yang memiliki angka perceraian tinggi dan menjadikan daerahnya dikenal sebagai penghasil janda.

Sulawesi Selatan, sebanyak 15.575 kasus perceraian terjadi di wilayah Pare-Pare dengan persentase mencapai 2,52 persen atau 3.898 kasus.

Menyusul kemudian kota Soppeng dengan 2,34 persen, dan kota Wajo dengan 2.02 persen kasus perceraian.

Baca Juga: 8 Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia versi UI Green City Metric 2023, Ternyata Didominasi Jawa Timur!

Provinsi berikutnya yang dikenal dengan kasus perceraian terbesar di Indonesia adalah Banten dengan 15.668 kasus.  

Pandeglang menjadi kota dengan tingkat perceraian terbesar, menyusul kemudian Lebak, dan Serang.

Provinsi ketiga yang dikenal memiliki angka perceraian tinggi adalah DKI Jakarta dengan jumlah kasus mencapai 16.017 kasus.

Dari angka tersebut, kasus pertengkaran dan persoalan ekonomi menjadi penyebab dominan terjadinya kasus perceraian.

Provinsi selanjutnya yang tercatat memiliki angka perceraian tertinggi di Indonesia adalah Sumatera Utara dengan 17.270 kasus.

Baca Juga: Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia, Ada yang Cuma 800 Ribu Perbulan

Kota Tebing Tinggi yang disusul oleh Tanjung Balai, menjadi dua kota dengan angka perceraian terbesar di Sumatera Utara.

Provinsi terbesar kelima yang memiliki tingkat angka perceraian adalah Jawa Tengah dengan jumlah 75.500 kasus dari berbagai kota, terutama Cilacap.

Provinsi keenam yang dikenal dengan kasus perceraian terbesar di Indonesia adalah Jawa Timur dengan angka mencapai 88.230 kasus.  

Baca Juga: Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia, Ada yang Cuma 800 Ribu Perbulan

Kota Surabaya ditengarai menjadi daerah dengan kasus paling banyak dengan jumlah mencapai 5.192 kasus.

Selain disebabkan karena faktor ekonomi, KDRT dan poligami tercatat menjadi penyebab utama tingginya angka tersebut.

Provinsi ketujuh dengan jumlah kasus perceraian terbesar di Indonesia ditempati oleh Jawa Barat dengan 98.000 kasus perceraian.

Tingginya kasus perceraian menyebabkan ketujuh daerah tersebut dikenal sebagai daerah dengan janda muda terbanyak di Indonesia.***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris