Gaya Hidup

Narcissistic Personality Disorder: Pahami Ciri-ciri, Penyebab, dan Jenis-jenisnya

Oleh: Nuriyah Nofasari Rabu 22 Nov 2023, 08:16 WIB
Ilustrasi Narcissistic Personality Disorder: Pahami Ciri-ciri, Penyebab, dan Jenis-jenisnya

AYOJAKARTA.COM -- Belakangan ini, kesadaran akan kesehatan mental semakin meningkat, terutama karena mudahnya akses informasi melalui berbagai platform digital.

Namun, seringkali seseorang mendiagnosis dirinya sendiri dengan gangguan kepribadian, seperti Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD), meskipun hanya profesional yang dapat membuat diagnosis yang akurat.

Sebelum informasi NPD tersebar luas, istilah “narsis” sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Namun, meski "narsis" dan NPD memiliki kesamaan dalam hal kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, sebenarnya keduanya sangat berbeda.

Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Analisa Channel yang mengutip jurnal J Clin Psychiatry, pada Rabu, 22 November 2023, NPD lebih sering dialami oleh laki-laki (sekitar 7,7%) dibandingkan perempuan (4,8%) pada populasi global.

Baca Juga: Mengungkap Kepribadian Seseorang dari Bentuk Kaki, Cari Tahu Kamu Sosok Karismatik atau yang Sulit Dibujuk?

Untuk memahami NPD lebih jauh, berikut beberapa ciri individu yang mengidap NPD:

1. Kepentingan diri dan hak diri yang berlebihan.

2. Keasyikan dengan fantasi kesuksesan, ketenaran, kekuasaan, daya tarik fisik, dan bentuk superioritas lainnya.

3. Keyakinan akan keunikan dan keistimewaan, menganggap diri sendiri lebih baik dari orang lain.

4. Kurangnya empati, sering melakukan manipulasi dan eksploitasi.

Jika seseorang mengidentifikasi ciri-ciri ini pada dirinya atau orang lain, disarankan untuk mencari bantuan profesional daripada melakukan diagnosis mandiri.

Nah, apa saja penyebab terdiagnosis Narcissistic Personality Disorder (NPD)? Berikut ini adalah beberapa penyebab potensial:

Baca Juga: UMP 2024 Jawa Tengah Resmi Naik! Segini Besaran UMK di 35 Kabupaten-Kota, Paling Tinggi Bukan Semarang

1. Pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan, seperti penolakan, kegagalan, atau kekerasan.

2. Hubungan awal, termasuk hubungan buruk dengan orang tua sejak lahir dan persepsi negatif terhadap persahabatan.

3. Faktor genetik.

4. Hipersensitivitas terhadap pengalaman masa kanak-kanak, ketidakmampuan mengatur emosi, atau pola asuh yang salah.

Kondisi tersebut dapat memperburuk keparahan NPD, biasanya mencapai puncaknya setelah usia 17 tahun, seperti disebutkan Hops.ID dari Analisa Channel.

NPD dapat bermanifestasi dalam berbagai jenis. Yang pertama adalah narsisme adaptif, dimana individu dengan NPD dapat menyesuaikan tingkat narsismenya tanpa menimbulkan kerugian pada orang lain.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Ada Satu Anjing Berbeda dalam Gambar, Bisakah Kamu Menemukannya? Uji Keterampilan Observasi

Tipe kedua adalah narsisme maladaptif, yang dikaitkan dengan sifat-sifat yang tidak bermanfaat dan dapat memengaruhi hubungan. Orang-orang ini kesulitan mengatur emosinya di depan umum dan mungkin tidak menyadari NPD yang mereka alami.

NPD bisa terlihat atau tersembunyi. Jika hal ini terlihat jelas, hal ini dikenal sebagai narsisme terselubung, yaitu individu yang secara terang-terangan mengidolakan dirinya sendiri. Di sisi lain, narsisme terbuka mengacu pada mereka yang memanipulasi kesombongan mereka secara halus dengan tampil ramah dan baik hati.

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil