AYOJAKARTA.COM – Salah satu persoalan terbesar yang sering diabaikan kebanyakan orang adalah luka batin atau trauma di masa lalu.
Trauma atau luka batin yang belum sepenuhnya selesai, akan menjadikan emosi seseorang menjadi berjarak dan tidak terhubung secara utuh.
Karena itu sangat penting bagi setiap orang untuk berjuang membersihkan diri dari segala bentuk luka batin atau trauma di masa lalu sebagai bekal hidup di masa depan.
Trauma yang masih melekat atau mengotori jiwa, bisa menyebabkan hati, perasaan dan pikiran seseorang akan menjadi lebih sulit terkoneksi dengan momen saat ini.
Dirangkum Ayojakarta pada Senin, 6 November 2023 dari Instagram @biropsikologisdinammis, berikut ini adalah dampak trauma pada seseorang.
Pertama, seseorang yang memiliki trauma akan menganggap tidak adanya keberhargaan diri sehingga menganggap dirinya tidak bernilai.
Baca Juga: 5 Jenis Luka Batin Manusia, Mana yang Kamu Rasakan?
Adanya perasaan tidak berharga juga akan menjadikan seseorang tumbuh menjadi pribadi yang mudah merasa cemas dan menutup diri atau menghindari konflik.
Trauma seseorang yang belum tuntas juga akan berdampak pada perilaku mentoleransi kekerasan atau perilaku kasar orang lain.
Dampak selanjutnya dari orang dengan luka batin atau trauma, akan membuatnya menjadi pribadi yang sulit mempercayai orang lain.
Baca Juga: Coba Sadari! Ini 4 Tanda Kamu Punya Luka Batin yang Belum Selesai
Selain itu, seseorang dengan luka batin atau trauma masih melekat juga dapat menjadikannya sebagai pribadi yang sangat bergantung kepada orang lain.
Seseorang yang masih memiliki luka batin atau trauma juga akan tumbuh menjadi pribadi dengan rasa takut akan penolakan.
Timbulnya perasaan takut ditolak, juga seringkali membawa dampak lain yaitu sering mengorbankan atau mengabaikan kebutuhan diri demi orang lain.
Baca Juga: Inilah 5 Tanda Orang yang Stabil secara Emosional, Tahan dan Kuat Lahir Batin
Dampak lain yang biasanya menjadi bagian dari kepribadian seseorang dengan luka trauma adalah tidak memiliki batasan jelas menyangkut diri dan orang di sekitar.
Tanpa adanya batasan yang jelas dan memberi toleransi pada kekerasan, seseorang dengan luka trauma akan menjadi seperti manusia tanpa jiwa.
Karena itu, dampak selanjutnya dari seseorang yang belum beres dengan luka trauma akan menjadi sangat bergantung kepada penilaian orang lain.
Orang yang memiliki luka batin atau masih dihantui trauma, akan sangat membutuhkan validasi dari lingkungan sosial agar merasa lebih dihargai.
Trauma yang dialami seseorang tidak bedanya dengan suatu momentum dalam hidup yang bisa merubah arah dan tujuan hidup seseorang.
Orang dengan luka trauma perlu bersikap jujur pada diri sendiri dan meminta bantuan untuk segera mendapatkan pertolongan, bukan hidup dalam kepura-puraan. ***